Menkeu dan Gubernur Bank Sentral se-ASEAN Bertemu, Sri Mulyani Ungkap Apa yang Dibahas
Jum'at, 25 Agustus 2023 - 18:57 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, sebagaimana telah disebutkan oleh sejumlah lembaga keuangan internasional, termasuk ADB, IMF, World Bank, dan AMRO, pertumbuhan ekonomi ASEAN terus menjadi titik terang di ekonomi global. Ekonomi ASEAN diramal akan tumbuh di 4,5% tahun ini, lebih tinggi daripada pertumbuhan global. Tentu saja komposisi dari tiap negara pastinya akan berbeda.
Di sisi inflasi, diekspektasikan akan tetap tinggi di beberapa negara anggota ASEAN, tapi tetap lebih rendah secara komparatif daripada kawasan lain. ASEAN telah berhasil menjaga level suku bunganya dan apresiasi mata uangnya, meskipun suku bunga global terus bereskalasi.
"Fundamental ekonomi menggaris bawahi resiliensi ASEAN terhadap tantangan global, melanjutkan jalannya sebagai episentrum pertumbuhan," sambung Sri.
Dalam diskusi hari ini, AFMGM mendiskusikan bagaimana ASEAN secara strategis bisa menjaga momentum ini dan juga resiliensinya, secara berlanjut dan kolektif menavigasi tantangan-tantangan yang ada. Hal ini termasuk tekanan geopolitik yang semakin intens, meningkatnya tekanan utang dan ruang kebijakan yang terbatas.
Berpacu dengan fragmentasi global, perdagangan global yang tumbuh melambat, dan juga ancaman dari kemajuan teknologi, juga termasuk kekhawatiran terkait keamanan pangan dan energi serta risiko perubahan iklim.
Di sisi inflasi, diekspektasikan akan tetap tinggi di beberapa negara anggota ASEAN, tapi tetap lebih rendah secara komparatif daripada kawasan lain. ASEAN telah berhasil menjaga level suku bunganya dan apresiasi mata uangnya, meskipun suku bunga global terus bereskalasi.
"Fundamental ekonomi menggaris bawahi resiliensi ASEAN terhadap tantangan global, melanjutkan jalannya sebagai episentrum pertumbuhan," sambung Sri.
Dalam diskusi hari ini, AFMGM mendiskusikan bagaimana ASEAN secara strategis bisa menjaga momentum ini dan juga resiliensinya, secara berlanjut dan kolektif menavigasi tantangan-tantangan yang ada. Hal ini termasuk tekanan geopolitik yang semakin intens, meningkatnya tekanan utang dan ruang kebijakan yang terbatas.
Berpacu dengan fragmentasi global, perdagangan global yang tumbuh melambat, dan juga ancaman dari kemajuan teknologi, juga termasuk kekhawatiran terkait keamanan pangan dan energi serta risiko perubahan iklim.
Lihat Juga :