Subholding Upstream Regional Indonesia Timur Genjot Eksplorasi di Banggai
Sabtu, 26 Agustus 2023 - 11:22 WIB
loading...
A
A
A
SKK Migas, tegas dia, mendorong dilaksanakan kegiatan eksplorasi di wilayah ini untuk mendukung target produksi nasional 1 juta barel per hari (bph) dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) di tahun 2030. Nanang berpeasn agar dalam pelaksanaan pekerjaan ini seluruh pekerja dan kontraktor yang terlibat menempatkan aspek keselamatan kerja menjadi yang utama. "Kerja kita masif dan agresif untuk mencapai target, namun unsur safety jangan pernah dikesampingkan," tegasnya.
Baca Juga: Penampakan 'Manusia Serigala' Gemparkan Jerman
Direktur Regional Indonesia Timur Endro Hartanto mengatakan, pengeboran eksplorasi yang dilakukan ini merupakan rangkaian dari Drilling Campaign untuk menggenjot temuan cadangan di wilayah Indonesia bagian Timur. "Setelah tahun lalu kami melakukan pengeboran eksplorasi di Papua, tahun 2023 hingga 2025 kami akan mengekplorasi Area Sulawesi," tuturnya.
GM Zona 13 Benny Sidik menambahkan, PEP DMF berharap mendapatkan temuan cadangan dengan pengeboran di area Lapangan East Wolai dan West Wolai. Diharapkan tambahan itu akan mengerek kemampuan pasok menjadi 70 MMSCFD dengan jangka waktu minimal 15-20 tahun untuk mendukung kebutuhan industri di wilayah tersebut.
"Dengan kegiatan ini maka kami berharap bisa memberikan kontribusi yang signifikan untuk ketahanan energi di Kawasan Sulawesi," ujar Benny.
Baca Juga: Penampakan 'Manusia Serigala' Gemparkan Jerman
Direktur Regional Indonesia Timur Endro Hartanto mengatakan, pengeboran eksplorasi yang dilakukan ini merupakan rangkaian dari Drilling Campaign untuk menggenjot temuan cadangan di wilayah Indonesia bagian Timur. "Setelah tahun lalu kami melakukan pengeboran eksplorasi di Papua, tahun 2023 hingga 2025 kami akan mengekplorasi Area Sulawesi," tuturnya.
GM Zona 13 Benny Sidik menambahkan, PEP DMF berharap mendapatkan temuan cadangan dengan pengeboran di area Lapangan East Wolai dan West Wolai. Diharapkan tambahan itu akan mengerek kemampuan pasok menjadi 70 MMSCFD dengan jangka waktu minimal 15-20 tahun untuk mendukung kebutuhan industri di wilayah tersebut.
"Dengan kegiatan ini maka kami berharap bisa memberikan kontribusi yang signifikan untuk ketahanan energi di Kawasan Sulawesi," ujar Benny.
(fjo)
Lihat Juga :