PLN EPI Akan Replikasi Kawasan Green Economy di Beberapa Wilayah
Senin, 28 Agustus 2023 - 13:38 WIB
loading...
(Kiri-Kanan) Direktur Biomassa PLN EPI Antonius Aris Sudjatmiko, Sekper PLN EPI Mamit Setiawan, Lurah Gombang Supriyanto dan Kepala Bebadan Pangreksa Loka RM Gusthilantika Marrel Suryokusomo di kawasan hutan energi, Gunung Kidul, baru-baru ini. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Sub Holding PLN Energi Primer (PLN EPI) tahun ini akan memperluas pengembangan green economy kerakyatan di beberapa wilayah di Indonesia. Konsep green economy kerakyatan tersebut diwujudkan melalui pengembangan biomassa dan hutan energi yang melibatkan masyarakat.
Direktur Biomassa PLN EPI Antonius Aris menjelaskan, program tersebut potensial dikembangkan karena selain untuk menjamin pasokan biomassa ke pembangkit, juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Kawasan green economy kerakyatan pertama yang dibesut oleh PLN EPI adalah kawasan hutan energi di Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Baca Juga: PLN EPI Bangun Green Economy Berbasis Biomassa di Gunung Kidul
Sejak dikembangkan pada Februari lalu di tanah seluas 30 hektare, kini mengalami perkembangan yang signifikan. Sebanyak 50.000 bibit pohon ditanam untuk menjadi hutan energi. Tanaman seperti gamal, kaliandra, indigofera, dan gmelina sangat bermanfaat bagi peternak dan juga menjadi bahan baku yang baik untuk biomassa.
"Saat ini perkembangan hutan energi sangat baik. Pada beberapa waktu mendatang masyarakat bisa memanen hutan energi ini. Tanaman ini nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk pakan ternak di saat musim kemarau tiba. Limbah dari hasil panen dimanfaatkan oleh PLN EPI untuk menjadi bahan baku biomassa," jelas Aris dalam keterangan resminya, Senin (28/8/2023).
Atas keberhasilan pengembangan di Yogyakarta ini, PLN EPI akan mereplikasi kawasan serupa di beberapa tempat. "Untuk tahun ini mengejar musim hujan nanti di musim hujan Oktober ataupun November itu akan di replikasi beberapa tempat, sedang kami kaji dari sisi kelayakan atau tipe lahannya dan juga bagaimana penerimaan masyarakatnya," ujar Aris.
Aris memastikan bahwa PLN EPI dalam pengembangan hutan energi ini tidak akan menggunakan lahan produktif masyarakat. Nantinya, pola kerja sama yang dipakai PLN EPI dengan Kraton Yogyakarta seperti di Gunung Kidul akan dicoba dilakukan juga di daerah lain. "Kita tidak akan menggeser lahan produktif masyarakat. Justru kita memanfaatkan lahan kritis atau lahan tidak produktif untuk bisa dikembangkan menjadi hutan energi," tuturnya.
Direktur Biomassa PLN EPI Antonius Aris menjelaskan, program tersebut potensial dikembangkan karena selain untuk menjamin pasokan biomassa ke pembangkit, juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Kawasan green economy kerakyatan pertama yang dibesut oleh PLN EPI adalah kawasan hutan energi di Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Baca Juga: PLN EPI Bangun Green Economy Berbasis Biomassa di Gunung Kidul
Sejak dikembangkan pada Februari lalu di tanah seluas 30 hektare, kini mengalami perkembangan yang signifikan. Sebanyak 50.000 bibit pohon ditanam untuk menjadi hutan energi. Tanaman seperti gamal, kaliandra, indigofera, dan gmelina sangat bermanfaat bagi peternak dan juga menjadi bahan baku yang baik untuk biomassa.
"Saat ini perkembangan hutan energi sangat baik. Pada beberapa waktu mendatang masyarakat bisa memanen hutan energi ini. Tanaman ini nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk pakan ternak di saat musim kemarau tiba. Limbah dari hasil panen dimanfaatkan oleh PLN EPI untuk menjadi bahan baku biomassa," jelas Aris dalam keterangan resminya, Senin (28/8/2023).
Atas keberhasilan pengembangan di Yogyakarta ini, PLN EPI akan mereplikasi kawasan serupa di beberapa tempat. "Untuk tahun ini mengejar musim hujan nanti di musim hujan Oktober ataupun November itu akan di replikasi beberapa tempat, sedang kami kaji dari sisi kelayakan atau tipe lahannya dan juga bagaimana penerimaan masyarakatnya," ujar Aris.
Aris memastikan bahwa PLN EPI dalam pengembangan hutan energi ini tidak akan menggunakan lahan produktif masyarakat. Nantinya, pola kerja sama yang dipakai PLN EPI dengan Kraton Yogyakarta seperti di Gunung Kidul akan dicoba dilakukan juga di daerah lain. "Kita tidak akan menggeser lahan produktif masyarakat. Justru kita memanfaatkan lahan kritis atau lahan tidak produktif untuk bisa dikembangkan menjadi hutan energi," tuturnya.
Lihat Juga :