Gara-gara Anggaran, Ketua Komisi IV Geram soal Perbedaan Data Pupuk Subsidi
Rabu, 30 Agustus 2023 - 15:37 WIB
loading...
A
A
A
"Saya punya data, berdasarkan e-Alokasi tahun 2023 itu sebesar 7.856.951 ton. Sementara berdasarkan anggaran kontrak DIPA antara Pupuk Indonesia dan Kementan jumlahnya 6.680.286, mana yang benar? Siapa yang harus menjawab?" ujar Sudin saat rapat kerja bersama Kementan, Rabu (30/8/2023).
Kementan, lanjut Sudin, harus segera menyelesaikan persoalan tersebut. Pasalnya, saat ini terjadi kelangkaan pupuk di sejumlah daerah.
"Ini terjadi kurang lebih selisih 1,176 juta ton, mau diapakan oleh pabrik pupuk. Apa dipending atau mau dijual non-subsidi atau apa? Jangan digantung masalah ini. Saya ingatkan ya, saya ingatkan sekali lagi, ini harus jelas. Sampai kapan ini akan diubah atau menjadikan pupuk nonsubsidi," lanjut dia.
Merespons pernyataan tersebut, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menjelaskan, perbedaan jumlah pupuk lantaran anggaran pihaknya yang terbatas. Menurutnya, dana sebesar Rp25 triliun hanya bisa menyerap 6.680.286 ton pupuk bersubsidi saja.
"Tadi yang disampaikan Pak Ketua terkait pupuk subsidi kita itu e-Alokasi, yang masuk dari kabupaten kota seluruhnya. Namun kita kontrak 6,68 (juta) itu karena kondisi anggaran kita Pak Ketua. Kondisi anggaran kita yang Rp25 koma sekian triliun itu mampunya seperti itu dengan harga atau HPP kita," ucap Ali Jamil.
Kementan, lanjut Sudin, harus segera menyelesaikan persoalan tersebut. Pasalnya, saat ini terjadi kelangkaan pupuk di sejumlah daerah.
"Ini terjadi kurang lebih selisih 1,176 juta ton, mau diapakan oleh pabrik pupuk. Apa dipending atau mau dijual non-subsidi atau apa? Jangan digantung masalah ini. Saya ingatkan ya, saya ingatkan sekali lagi, ini harus jelas. Sampai kapan ini akan diubah atau menjadikan pupuk nonsubsidi," lanjut dia.
Merespons pernyataan tersebut, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menjelaskan, perbedaan jumlah pupuk lantaran anggaran pihaknya yang terbatas. Menurutnya, dana sebesar Rp25 triliun hanya bisa menyerap 6.680.286 ton pupuk bersubsidi saja.
"Tadi yang disampaikan Pak Ketua terkait pupuk subsidi kita itu e-Alokasi, yang masuk dari kabupaten kota seluruhnya. Namun kita kontrak 6,68 (juta) itu karena kondisi anggaran kita Pak Ketua. Kondisi anggaran kita yang Rp25 koma sekian triliun itu mampunya seperti itu dengan harga atau HPP kita," ucap Ali Jamil.
Lihat Juga :