Erick Thohir Ungkap Merger Maskapai BUMN Berubah, Ini Penjelasannya!
Kamis, 31 Agustus 2023 - 15:31 WIB
loading...
Garuda tak masuk dalam merger maskapai BUMN. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hanya menggabungkan ( merger ) Citilink Indonesia dan Pelita Air Service (PAS). Padahal, dalam pernyataan awal, PT Garuda Indonesia Tbk juga masuk dalam aksi konsolidasi tersebut.
Baca juga: Merger 3 Maskapai BUMN Dinilai Bukan Obat Tepat Atasi Masalah
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Garuda Indonesia tetap menjadi maskapai penerbangan premium milik pemerintah. Sementara Citilink Indonesia dan Pelita Air akan dilebur menjadi satu perusahaan.
Proses peleburan dua maskapai penerbangan nasional itu ditargetkan terealisasi pada tahun ini atau awal tahun depan.
"Garuda tetap di premium, lalu Citilink sama Pelita merger, tapi kita lihat pembukuannya seperti apa. Kalau bisa tahun ini, ya tahun ini, kalau tidak awal tahun depan," ujar Erick saat ditemui di kawasan DPR RI, Kamis (31/8/2023).
Tahapan merger saat ini sudah mencapai 30% dan terus digodok Kementerian BUMN, termasuk konsolidasi pembukuan keuangan kedua maskapai.
"Ya sudah, kalau detail nanti ada lawyer, ada. Baru 30% (prosesnya) baru kajian," katanya.
Baca juga: Merger 3 Maskapai BUMN Dinilai Bukan Obat Tepat Atasi Masalah
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Garuda Indonesia tetap menjadi maskapai penerbangan premium milik pemerintah. Sementara Citilink Indonesia dan Pelita Air akan dilebur menjadi satu perusahaan.
Proses peleburan dua maskapai penerbangan nasional itu ditargetkan terealisasi pada tahun ini atau awal tahun depan.
"Garuda tetap di premium, lalu Citilink sama Pelita merger, tapi kita lihat pembukuannya seperti apa. Kalau bisa tahun ini, ya tahun ini, kalau tidak awal tahun depan," ujar Erick saat ditemui di kawasan DPR RI, Kamis (31/8/2023).
Tahapan merger saat ini sudah mencapai 30% dan terus digodok Kementerian BUMN, termasuk konsolidasi pembukuan keuangan kedua maskapai.
"Ya sudah, kalau detail nanti ada lawyer, ada. Baru 30% (prosesnya) baru kajian," katanya.
Lihat Juga :