alexa snippet

Konsumsi Bright Gas di Jateng Tembus 29 Ribu Tabung/Bulan

Konsumsi Bright Gas di Jateng Tembus 29 Ribu Tabung/Bulan
PT Pertamina MOR IV mencatat penjualan bright gas di wilayah Semarang mencapai 29 ribu tabung per bulan hingga akhir Februari 2017. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
SEMARANG - Pertumbuhan konsumen pengguna elpiji ukuran 5,5 kg (bright gas) terus meningkat. PT Pertamina MOR IV mencatat penjualan di wilayah Semarang mencapai 29 ribu tabung per bulan hingga akhir Februari 2017.

Manager Domestic Gas Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Pierre J Wauran mengatakan, pertumbuhan penjualan tabung gas 5,5 kg naik 250% dari tahun sebelumnya.

"Sejak diluncurkan di Semarang pada April 2016 varian ini disukai ibu-ibu karena beratnya ringan, yaitu ukuran 5,5 kg," ujarnya, Semarang, Senin (20/3/2017).

Dia menuturkan, target penjualan tahun ini bisa mencapai 350 ribu tabung. Peningkatan tersebut menunjukkan migrasi dari tabung 12 kg semakin cepat. Selain itu, masyarakat semakin sadar menggunakan gas nonsubsidi.

"Masyarakat sudah beralih dari gas subsidi ke nonsubsidi. Produk bright gas 5,5 kg juga terjangkau dan mudah ditemui," katanya.

Pihaknya memastikan tok tersedia di seluruh daerah meliputi Yogyakarta, Boyolali, Semarang maupun tempat-tempat pengisian SPBU. Program tersebut terus berjalan.

Pemasaran semakin diperluas dengan menggandeng jaringan modern store/mini market di Indonesia. Di samping, outlet-outlet resmi milik Pertamina yang sudah tersedia.

"Varian baru memiliki keunggulan safety lebih optimal, bukan berarti yang (tabung) biru tidak safety melainkan ada double pengaman," terangnya.

Vice President Domestic Gas Pertamina, Kusnendar menambahkan, salah satu upaya memperkenalkan produk Bright Gas dengan memberikan bantuan ke sekolah- sekolah. "Bantuan berupa kompor dan gas sebagai bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan vokasional," kata dia.

Di samping itu, Pertamina telah bekerja sama dengan pemerintah kota/kabupaten di Jateng dalam menggelar deklarasi aparat sipil negara gunakan LPG nonsubsidi untuk mengenalkan bright gas 5,5 kg. Di antaranya Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Rembang, Kota Surakarta dan lainnya.



(izz)
loading gif
Top