Pimpin The 23rd AECC Meeting, Menko Airlangga: Kita Harus Terus Meningkatkan Kerja Sama
Minggu, 03 September 2023 - 18:15 WIB
loading...
Menko Airlangga Hartarto pimpin 23rd ASEAN Economic Community Council (AECC) Meeting. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin rangkaian The 23rd ASEAN Economic Community Council (AECC) Meeting di Jakarta, yang terdiri dari retrerat dan plenary session pada hari ini (3/9/2023).
Baca juga: Cak Imin Akan Tinggalkan Koalisi Prabowo? Begini Jawaban Airlangga
Pertemuan tersebut merupakan persiapan untuk pembahasan KTT ke-43 ASEAN yang akan dipimpin oleh Presiden Jokowi pada 5-7 September 2023 mendatang, khususnya terkait isu-isu di bidang ekonomi. Dalam retreat session, para menteri membahas kondisi ekonomi terkini yang sangat dinamis.
Meskipun perekonomian kawasan sudah pulih melampaui situasi pra-pandemi dengan total PDB USD3,6 triliun di tahun 2022, proyeksi perekonomian global ke depan mengindikasikan perlemahan dan ketidakpastian pertumbuhan. Pelemahan tersebut memberikan tantangan terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan.
”Kita harus terus meningkatkan kerja sama dan integrasi ekonomi kawasan dalam rangka penguatan arsitektur perdagangan dan rantai pasok regional. Membuat pilihan kebijakan untuk meningkatkan daya saing, ketahanan, dan reformasi struktural yang didorong oleh keberlanjutan, digitalisasi dan perubahan demografis, serta menjadikan kawasan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan regional dan mesin pertumbuhan global, sebagai tujuan utama investasi, dan pusat produksi global yang berdaya saing dan tepercaya,” tegas Airlangga.
Baca juga: Cak Imin Akan Tinggalkan Koalisi Prabowo? Begini Jawaban Airlangga
Pertemuan tersebut merupakan persiapan untuk pembahasan KTT ke-43 ASEAN yang akan dipimpin oleh Presiden Jokowi pada 5-7 September 2023 mendatang, khususnya terkait isu-isu di bidang ekonomi. Dalam retreat session, para menteri membahas kondisi ekonomi terkini yang sangat dinamis.
Meskipun perekonomian kawasan sudah pulih melampaui situasi pra-pandemi dengan total PDB USD3,6 triliun di tahun 2022, proyeksi perekonomian global ke depan mengindikasikan perlemahan dan ketidakpastian pertumbuhan. Pelemahan tersebut memberikan tantangan terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan.
”Kita harus terus meningkatkan kerja sama dan integrasi ekonomi kawasan dalam rangka penguatan arsitektur perdagangan dan rantai pasok regional. Membuat pilihan kebijakan untuk meningkatkan daya saing, ketahanan, dan reformasi struktural yang didorong oleh keberlanjutan, digitalisasi dan perubahan demografis, serta menjadikan kawasan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan regional dan mesin pertumbuhan global, sebagai tujuan utama investasi, dan pusat produksi global yang berdaya saing dan tepercaya,” tegas Airlangga.
Lihat Juga :