Wall Street Ditutup Melemah Imbas Kenaikan Hasil Treasury
Rabu, 06 September 2023 - 07:24 WIB
loading...
Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa (5/9/2023). FOTO/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Tiga indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa (5/9/2023) waktu setempat dengan indeks Dow Jones memimpin penurunan. Hal itu karena imbal hasil treasury meningkat seiring dengan harga minyak dan investor menilai prospek jalur suku bunga Federal Reserve.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 195,74 poin, atau 0,56%, menjadi 34.641,97, S&P 500 (.SPX) kehilangan 18,94 poin, atau 0,42%, pada 4.496,83 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 10,86 poin, atau 0,08% menjadi 14.020,95.
Baca Juga: Dibebani Peningkatan Yield Treasury, Wall Street Dibuka Terkoreksi
Meskipun ketiga indeks saham utama AS telah mencatat kenaikan pada minggu sebelumnya di tengah harapan bagi The Fed yang tidak terlalu hawkish, sentimen tersebut telah memudar pada hari Senin. Imbal hasil Treasury AS naik setelah data ekonomi menunjukkan ketahanan dan Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan hal ini menunjukkan bahwa bank sentral tidak perlu mengubah suku bunga dalam waktu dekat.
"Salah satu alasan mengapa saham kesulitan untuk mencapai kemajuan adalah karena suku bunga terus meningkat dan memberikan alternatif yang baik terhadap saham," kata Paul Nolte, ahli strategi pasar, Murphy & Sylvest Wealth Management, Elmhurst, Illinois.
Dengan menguatnya harga minyak mentah AS pada hari Selasa, Nolte juga menyebutkan penguatan harga minyak baru-baru ini sebagai penghambat upaya The Fed untuk mendorong inflasi kembali ke 2%.
"Semua orang mengharapkan The Fed untuk mundur atau mulai menurunkan suku bunganya. Itu mungkin tidak terjadi," katanya.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 195,74 poin, atau 0,56%, menjadi 34.641,97, S&P 500 (.SPX) kehilangan 18,94 poin, atau 0,42%, pada 4.496,83 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 10,86 poin, atau 0,08% menjadi 14.020,95.
Baca Juga: Dibebani Peningkatan Yield Treasury, Wall Street Dibuka Terkoreksi
Meskipun ketiga indeks saham utama AS telah mencatat kenaikan pada minggu sebelumnya di tengah harapan bagi The Fed yang tidak terlalu hawkish, sentimen tersebut telah memudar pada hari Senin. Imbal hasil Treasury AS naik setelah data ekonomi menunjukkan ketahanan dan Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan hal ini menunjukkan bahwa bank sentral tidak perlu mengubah suku bunga dalam waktu dekat.
"Salah satu alasan mengapa saham kesulitan untuk mencapai kemajuan adalah karena suku bunga terus meningkat dan memberikan alternatif yang baik terhadap saham," kata Paul Nolte, ahli strategi pasar, Murphy & Sylvest Wealth Management, Elmhurst, Illinois.
Dengan menguatnya harga minyak mentah AS pada hari Selasa, Nolte juga menyebutkan penguatan harga minyak baru-baru ini sebagai penghambat upaya The Fed untuk mendorong inflasi kembali ke 2%.
"Semua orang mengharapkan The Fed untuk mundur atau mulai menurunkan suku bunganya. Itu mungkin tidak terjadi," katanya.
Lihat Juga :