Perluas Pasar, Industri APAR Tingkatkan TKDN
Rabu, 06 September 2023 - 17:07 WIB
loading...
A
A
A
Untuk menghindari pemalsuan, kata dia, pihaknya sedang merancang QR – Code di semua alat padam yang diproduksi oleh PT Tulip Tonata Indonesia. Saat ini produk yang dipasrkan di dalam negeri diklaim sudah bersertifikat SNI ISO 9001:2015.
Baca Juga: Menlu Rusia Lavrov akan Hadiri KTT Asia Timur di Jakarta pada 7 September
Tonata, lanjut Eli, bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumen dari segala kalangan dengan menyediakan alat pemadam api dan alat keselamatan. Tulip Tonata Indonesia juga memproduksi secara khusus APAR untuk kendaraan bermotor, seperti mobil penumpang, sedan, MVP, bus, pick up, truk, dan lainnya.
Catatan Kemenperin menunjukkan, PMI Manufaktur Indonesia pada Agustus 2023 menggenapkan selama 24 bulan berturut atau sepanjang dua tahun terakhir ini berada di atas 50 poin, menandakan bahwa sektor manufaktur Indonesia masih bertahan dalam kondisi ekspansif. Laju ekspansi PMI Manufaktur Agustus 2023 juga merupakan yang paling cepat dalam kurun waktu hampir setahun.
Pada bulan kedelapan tahun ini, PMI Manufaktur Indonesia mampu melampaui Taiwan (44,3), Malaysia (47,8), Thailand (48,9), Filipina (49,7), dan Myanmar (53,0). Selain itu menggungguli PMI Manufaktur Jerman (39,1), Inggris (42,5), Belanda (45,9), Amerika Serikat (47,0), Korea Selatan (48,9), Jepang (49,6), dan China (51,0). "Kebijakan pengembangan industri sudah pada jalurnya," kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.
Baca Juga: Menlu Rusia Lavrov akan Hadiri KTT Asia Timur di Jakarta pada 7 September
Tonata, lanjut Eli, bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumen dari segala kalangan dengan menyediakan alat pemadam api dan alat keselamatan. Tulip Tonata Indonesia juga memproduksi secara khusus APAR untuk kendaraan bermotor, seperti mobil penumpang, sedan, MVP, bus, pick up, truk, dan lainnya.
Catatan Kemenperin menunjukkan, PMI Manufaktur Indonesia pada Agustus 2023 menggenapkan selama 24 bulan berturut atau sepanjang dua tahun terakhir ini berada di atas 50 poin, menandakan bahwa sektor manufaktur Indonesia masih bertahan dalam kondisi ekspansif. Laju ekspansi PMI Manufaktur Agustus 2023 juga merupakan yang paling cepat dalam kurun waktu hampir setahun.
Pada bulan kedelapan tahun ini, PMI Manufaktur Indonesia mampu melampaui Taiwan (44,3), Malaysia (47,8), Thailand (48,9), Filipina (49,7), dan Myanmar (53,0). Selain itu menggungguli PMI Manufaktur Jerman (39,1), Inggris (42,5), Belanda (45,9), Amerika Serikat (47,0), Korea Selatan (48,9), Jepang (49,6), dan China (51,0). "Kebijakan pengembangan industri sudah pada jalurnya," kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.
(fjo)
Lihat Juga :