IATA Terbitkan Obligasi dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan Tahap I Tahun Ini
Jum'at, 08 September 2023 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Walaupun dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti kenaikan harga bahan bakar, tarif royalti, serta biaya operasional lainnya, Perseroan optimis bisnis batu bara masih berpeluang untuk tumbuh positif pada semester kedua tahun 2023 ini. Batu bara merupakan sumber energi yang terjangkau dan menjadi bahan bakar utama pada sektor kelistrikan di beberapa negara besar seperti India dan China (49,6% dan 48%). International Energy Agency (IEA) memprediksikan permintaan batu bara global mencapai 8.388 juta ton atau bertambah 0,4% pada 2023.
Baca Juga: IATA Bukukan Pendapatan Rp1,5 Triliun di Semester I 2023
Ekspor menyumbang 65,0% dari total penjualan batu bara IATA pada tahun 2023. Dari seluruh ekspor tersebut, China menempati urutan pertama dengan 57,7%, diikuti oleh Vietnam dan India masing-masing sebesar 21,6% dan 19,4%. Pemerintah melalui Kementerian ESDM menetapkan target produksi batu bara Indonesia di 2023 sebesar 694,5 juta ton.
Target ini lebih tinggi dibandingkan pada target produksi di tahun 2022 sebesar 663 juta ton. Dari target tersebut, sebanyak 176,8 juta ton ditargetkan untuk konsumsi dalam negeri, sedangkan, sisanya sebanyak 517,7 juta ton ditargetkan untuk ekspor.
Baca Juga: IATA Bukukan Pendapatan Rp1,5 Triliun di Semester I 2023
Ekspor menyumbang 65,0% dari total penjualan batu bara IATA pada tahun 2023. Dari seluruh ekspor tersebut, China menempati urutan pertama dengan 57,7%, diikuti oleh Vietnam dan India masing-masing sebesar 21,6% dan 19,4%. Pemerintah melalui Kementerian ESDM menetapkan target produksi batu bara Indonesia di 2023 sebesar 694,5 juta ton.
Target ini lebih tinggi dibandingkan pada target produksi di tahun 2022 sebesar 663 juta ton. Dari target tersebut, sebanyak 176,8 juta ton ditargetkan untuk konsumsi dalam negeri, sedangkan, sisanya sebanyak 517,7 juta ton ditargetkan untuk ekspor.
(nng)
Lihat Juga :