Proyek Tol Bocimi Seksi III dan IV Punya Investor Baru, Kapan Digarap?
Jum'at, 08 September 2023 - 20:39 WIB
loading...
Kelanjutan pembangunan tol Bocimi masih menunggu kesepakatan investor baru. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Hedy Rahadian mengatakan, saat ini kelanjutan pembangunan ruas tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) Seksi III Cibadak-Sukabumi Barat sepanjang 13,7 km masih menunggu kesepakatan pengusahaan jalan tol antara PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero) dan PT Hutama Karya.
Baca juga: Diresmikan Jokowi, Berapa Tarif Tol Bocimi Seksi II?
"Bocimi itu kan kemungkinan SMI akan masuk sama HK. Kita harus selesaikan dulu PPJT (perjanjian pengusahaan jalan tol). Apakah kita akan split PPJT-nya atau SMI akan masuk keseluruhan sehingga nanti jelas," ujar Hedy dikutip Jumat (8/9/2023).
Hedy menambahkan, Waskita Karya yang sebelumnya telah merampungkan pembangunan seksi II Cigombong-Cibadak sudah dipastikan tidak dapat melanjutkan proyek tersebut. Situasi itu tidak terlepas dari masalah restrukturisasi di BUMN karya tersebut, sehingga proyeknya dilanjutkan oleh investor baru.
"Kalau Waskita kan sudah tidak sanggup, jadi perlu ada yang masuk Investor baru. SMI dan atau Hutama karya. Nanti Pak Herry TZ (Dirjen Pembiayaan Infrastruktur) yang menentukan," lanjutnya.
Baca juga: Diresmikan Jokowi, Berapa Tarif Tol Bocimi Seksi II?
"Bocimi itu kan kemungkinan SMI akan masuk sama HK. Kita harus selesaikan dulu PPJT (perjanjian pengusahaan jalan tol). Apakah kita akan split PPJT-nya atau SMI akan masuk keseluruhan sehingga nanti jelas," ujar Hedy dikutip Jumat (8/9/2023).
Hedy menambahkan, Waskita Karya yang sebelumnya telah merampungkan pembangunan seksi II Cigombong-Cibadak sudah dipastikan tidak dapat melanjutkan proyek tersebut. Situasi itu tidak terlepas dari masalah restrukturisasi di BUMN karya tersebut, sehingga proyeknya dilanjutkan oleh investor baru.
"Kalau Waskita kan sudah tidak sanggup, jadi perlu ada yang masuk Investor baru. SMI dan atau Hutama karya. Nanti Pak Herry TZ (Dirjen Pembiayaan Infrastruktur) yang menentukan," lanjutnya.
Lihat Juga :