Kapitalisasi BUMN Tembus Rp2.200 Triliun, Lebih Besar dari Utang
Kamis, 14 September 2023 - 14:42 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi ini, kalau dulu kita pernah bahas antara utang BUMN Rp 1.600 dibandingkan modal Rp 3.200, sekarang kapitalisasi pasarnya sendiri Rp 2.200 triliun, jauh lebih tinggi dari total utang Rp 1.600, jadi ini kondisinya saya bisa yakinkan sehat," kata dia.
Selain market cap, Erick juga mencatat adanya kenaikan nilai dari kontribusi BUMN di sisi pajak. Hingga akhir 2022 pajak yang disetor BUMN sebesar Rp278 triliun. Tercatat, pajak BUMN pada 2020 sebesar Rp284 triliun, namun mengalami penurunan pada tahun berikutnya menjadi Rp246,5 triliun. Setahun kemudian naik hingga menyentuh angka Rp278 triliun. "Lalu, kita juga detailkan kontribusi pajak itu juga terus konsisten," ucap Erick.
Baca Juga: Wamenparekraf Angela dan Wamen BUMN Jajal Kereta Cepat Jelang Uji Coba Oleh Presiden
Di sisi pendapatan juga mengalami kenaikan. Pada 2020, revenue BUMN mencapai Rp1.930 triliun, lalu naik di posisi Rp2.290 triliun, kemudian naik menjadi Rp2.613 triliun.
"Memang peningkatan ini ada dua yang jadi catatan, satu daripada komoditas dan juga performa perbankan itu sendiri, tapi juga banyak sumbangsih perusahaan yang sebel umnya tak profit, sekarang sudah banyak yang profit," tuturnya.
Selain market cap, Erick juga mencatat adanya kenaikan nilai dari kontribusi BUMN di sisi pajak. Hingga akhir 2022 pajak yang disetor BUMN sebesar Rp278 triliun. Tercatat, pajak BUMN pada 2020 sebesar Rp284 triliun, namun mengalami penurunan pada tahun berikutnya menjadi Rp246,5 triliun. Setahun kemudian naik hingga menyentuh angka Rp278 triliun. "Lalu, kita juga detailkan kontribusi pajak itu juga terus konsisten," ucap Erick.
Baca Juga: Wamenparekraf Angela dan Wamen BUMN Jajal Kereta Cepat Jelang Uji Coba Oleh Presiden
Di sisi pendapatan juga mengalami kenaikan. Pada 2020, revenue BUMN mencapai Rp1.930 triliun, lalu naik di posisi Rp2.290 triliun, kemudian naik menjadi Rp2.613 triliun.
"Memang peningkatan ini ada dua yang jadi catatan, satu daripada komoditas dan juga performa perbankan itu sendiri, tapi juga banyak sumbangsih perusahaan yang sebel umnya tak profit, sekarang sudah banyak yang profit," tuturnya.
(nng)
Lihat Juga :