Garuda Indonesia Telan Kerugian Rp10,34 T di Semester I, Dirut Irfan Masih Pede
Minggu, 02 Agustus 2020 - 14:53 WIB
loading...
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menelan kerugian sebesar USD712,73 juta atau setara Rp10,34 triliun pada semester I-2020. Data ini berdasarkan laporan keuangan pada enam bulan awal tahun ini dikutip dari keterbukaan informasi BEI. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menelan kerugian sebesar USD712,73 juta atau setara Rp10,34 triliun pada semester I-2020. Data ini berdasarkan laporan keuangan pada enam bulan awal tahun ini dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
(Baca Juga: Keuangan Garuda Morat Marit, Dirut: Tolong Bisikin ke Presiden Buat Perjalanan Dinas )
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menekankan, bakal terus memperkuat dan mengoptimalkan upaya pemulihan kinerja Perseroan di tengah tekanan kinerja imbas pandemi Covid-19. Dia menyebut, pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perseroan, dimana dengan adanya pembatasan pergerakan dan penerbangan pada masa pandemi.
"Namun demikian kami terus memperkuat langkah pemulihan kinerja seoptimal mungkin agar Perseroan dapat segera rebound dan memperoleh pencapaian kinerja yang semakin membaik. Fokus utama kami adalah mengupayakan perbaikan fundamental Perseroan secara terukur dan berkelanjutan," jelas Irfan di Jakarta, Minggu (2/8/2020).
(Baca Juga: Ngobrol Bareng Raffi Ahmad, Dirut Garuda: Engga Cukup Bos Dana Talangan Rp8,5 T )
(Baca Juga: Keuangan Garuda Morat Marit, Dirut: Tolong Bisikin ke Presiden Buat Perjalanan Dinas )
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menekankan, bakal terus memperkuat dan mengoptimalkan upaya pemulihan kinerja Perseroan di tengah tekanan kinerja imbas pandemi Covid-19. Dia menyebut, pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perseroan, dimana dengan adanya pembatasan pergerakan dan penerbangan pada masa pandemi.
"Namun demikian kami terus memperkuat langkah pemulihan kinerja seoptimal mungkin agar Perseroan dapat segera rebound dan memperoleh pencapaian kinerja yang semakin membaik. Fokus utama kami adalah mengupayakan perbaikan fundamental Perseroan secara terukur dan berkelanjutan," jelas Irfan di Jakarta, Minggu (2/8/2020).
(Baca Juga: Ngobrol Bareng Raffi Ahmad, Dirut Garuda: Engga Cukup Bos Dana Talangan Rp8,5 T )
Lihat Juga :