Garuda Indonesia Telan Kerugian Rp10,34 T di Semester I, Dirut Irfan Masih Pede
Minggu, 02 Agustus 2020 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Irfan menerangkan, pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap kinerja Perseroan ketika rata-rata frekuensi penerbangan menurun drastis dari yang sebelumnya melayani lebih dari 400 penerbangan per harinya menjadi hanya berkisar diangka 100 penerbangan per hari. Disamping itu, jumlah penumpang juga mengalami penurunan tajam hingga mencapai 90%.
Sambung Irfan memaparkan upaya pemulihan kinerja kami lakukan secara menyeluruh pada lini bisnis Perseroan meliputi langkah optimalisasi pendapatan penumpang penerbangan berjadwal, layanan kargo udara hingga penerbangan charter.
"Disamping itu, Perseroan turut menjalankan langkah strategis dari aspek pengelolaan biaya melalui upaya negosiasi biaya sewa pesawat, restrukturisasi hutang, hingga implementasi efisiensi di seluruh lini operasional guna menyelaraskan tren supply & demand di masa pandemi ini," katanya.
(Baca Juga: Pesona Pramugari Garuda Bikin Rafathar Tergila-gila, Pilot Paling Jago se-Asia )
Berdasarkan laporan keuangan (unaudited) Semester 1 - 2020, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar USD917,28 juta atau turun sebesar 58,18% year on year (yoy) dari periode sebelumnya sebesar US$2,19 miliar.
Sambung Irfan memaparkan upaya pemulihan kinerja kami lakukan secara menyeluruh pada lini bisnis Perseroan meliputi langkah optimalisasi pendapatan penumpang penerbangan berjadwal, layanan kargo udara hingga penerbangan charter.
"Disamping itu, Perseroan turut menjalankan langkah strategis dari aspek pengelolaan biaya melalui upaya negosiasi biaya sewa pesawat, restrukturisasi hutang, hingga implementasi efisiensi di seluruh lini operasional guna menyelaraskan tren supply & demand di masa pandemi ini," katanya.
(Baca Juga: Pesona Pramugari Garuda Bikin Rafathar Tergila-gila, Pilot Paling Jago se-Asia )
Berdasarkan laporan keuangan (unaudited) Semester 1 - 2020, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar USD917,28 juta atau turun sebesar 58,18% year on year (yoy) dari periode sebelumnya sebesar US$2,19 miliar.
Lihat Juga :