RUPSLB Setujui Stock Split Rasio 1:2, Saham BNI Makin Terjangkau
Selasa, 19 September 2023 - 17:28 WIB
loading...
A
A
A
Sehubungan dengan pemecahan saham perseroan, maka RUPSLB BNI hari ini juga menyetujui perubahan Pasal 4 ayat (1) dan (2) Anggaran Dasar terkait dengan nilai nominal per saham. Selanjutnya, RUPSLB menyetujui untuk memberikan wewenang dan kuasa kepada direksi perseroan, dengan hak substitusi, untuk melakukan segala dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan pelaksanaan pemecahan saham perseroan.
Terkait kinerja sahamnya, dalam tiga tahun terakhir tercatat saham BNI mendapat respons positif dari para investor. Harga saham perseroan pada penutupan perdagangan tanggal 31 Agustus 2023 tercatat di level Rp9.175 per saham atau meningkat sebesar 79,9% dari posisi yang sama tiga tahun sebelumnya.
Baca Juga: China Respons Keras Sindiran Xi Jinping Diktator oleh Menlu Jerman
Sementara, dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY), harga saham perseroan tercatat meningkat sebesar 7,6%. Peningkatan ini lebih baik dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan sebesar 3,1% (YoY), dan Indeks LQ-45 yang juga melemah 5,9% (YoY) per tanggal 31 Agustus 2023. Dari segi volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia, selama periode Januari hingga Agustus 2023 (Year-to-Date/YtD), saham perseroan memiliki rata-rata volume transaksi harian sebesar Rp256 miliar.
"Aksi korporasi tersebut tidak mempengaruhi kecukupan modal dan kinerja keuangan perseroan. Stock split juga tidak akan menyebabkan dilusi atau penurunan jumlah kepemilikan saham oleh pemegang saham perseroan," imbuh Royke. Dengan aksi korporasi ini, jumlah lembar saham perseroan yang beredar akan meningkat secara proporsional. Sedangkan nilai nominal dan nilai pasar dari setiap lembar saham akan menyesuaikan secara proporsional.
Terkait kinerja sahamnya, dalam tiga tahun terakhir tercatat saham BNI mendapat respons positif dari para investor. Harga saham perseroan pada penutupan perdagangan tanggal 31 Agustus 2023 tercatat di level Rp9.175 per saham atau meningkat sebesar 79,9% dari posisi yang sama tiga tahun sebelumnya.
Baca Juga: China Respons Keras Sindiran Xi Jinping Diktator oleh Menlu Jerman
Sementara, dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY), harga saham perseroan tercatat meningkat sebesar 7,6%. Peningkatan ini lebih baik dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan sebesar 3,1% (YoY), dan Indeks LQ-45 yang juga melemah 5,9% (YoY) per tanggal 31 Agustus 2023. Dari segi volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia, selama periode Januari hingga Agustus 2023 (Year-to-Date/YtD), saham perseroan memiliki rata-rata volume transaksi harian sebesar Rp256 miliar.
"Aksi korporasi tersebut tidak mempengaruhi kecukupan modal dan kinerja keuangan perseroan. Stock split juga tidak akan menyebabkan dilusi atau penurunan jumlah kepemilikan saham oleh pemegang saham perseroan," imbuh Royke. Dengan aksi korporasi ini, jumlah lembar saham perseroan yang beredar akan meningkat secara proporsional. Sedangkan nilai nominal dan nilai pasar dari setiap lembar saham akan menyesuaikan secara proporsional.
(fjo)
Lihat Juga :