RUPSLB Setujui Stock Split Rasio 1:2, Saham BNI Makin Terjangkau

Selasa, 19 September 2023 - 17:28 WIB
loading...
RUPSLB Setujui Stock...
RUPSLB Tahun 2023 BNI hari ini menyetujui aksi korporasi berupa pelaksanaan pemecahan saham beredar dengan rasio 1:2. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2023 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyetujui aksi korporasi berupa pelaksanaan pemecahan saham beredar (stock split) dengan rasio 1:2. Dengan langkah tersebut, nilai nominal per Saham Seri A Dwiwarna dan Seri B BBNI berubah dari Rp7.500 menjadi Rp3.750.

Persetujuan stock split tersebut juga dibarengi dengan ketentuan berupa: 1 saham Seri A Dwiwarna tetap dipertahankan sebagai saham Seri A Dwiwarna milik Negara Republik Indonesia dengan nilai nominal sebesar Rp3.750. Selain itu, 1 saham Seri A Dwiwarna menjadi 1 saham Seri B milik Negara Republik Indonesia, dengan nominal sebesar Rp3.750 per saham. Sedangkan nilai nominal per Saham Seri C dari Rp375 menjadi Rp187,5.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar melalui mengatakan, aksi korporasi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan minat investor ritel untuk berinvestasi pada saham berkode BBNI tersebut. Selain itu, aksi pemecahan saham itu juga diyakini akan memberikan dorongan positif pada perkembangan pasar modal Tanah Air.

Baca Juga: Tumbuh 17%, BNI Raup Laba Bersih Rp10,3 Triliun di Semester I-2023

"Dengan rasio tersebut, basis investor dapat lebih diperluas seiring dengan harga saham perseroan yang lebih terjangkau terutama bagi investor perorangan atau ritel. Langkah ini diharapkan berdampak positif pada aktivitas perdagangan di bursa efek sehingga mendorong likuiditas saham perseroan," papar Royke dalam konferensi pers RUPSLB Tahun 2023 BNI di Jakarta, Selasa (19/9/2023).

Sehubungan dengan pemecahan saham perseroan, maka RUPSLB BNI hari ini juga menyetujui perubahan Pasal 4 ayat (1) dan (2) Anggaran Dasar terkait dengan nilai nominal per saham. Selanjutnya, RUPSLB menyetujui untuk memberikan wewenang dan kuasa kepada direksi perseroan, dengan hak substitusi, untuk melakukan segala dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan pelaksanaan pemecahan saham perseroan.

Terkait kinerja sahamnya, dalam tiga tahun terakhir tercatat saham BNI mendapat respons positif dari para investor. Harga saham perseroan pada penutupan perdagangan tanggal 31 Agustus 2023 tercatat di level Rp9.175 per saham atau meningkat sebesar 79,9% dari posisi yang sama tiga tahun sebelumnya.

Baca Juga: China Respons Keras Sindiran Xi Jinping Diktator oleh Menlu Jerman

Sementara, dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY), harga saham perseroan tercatat meningkat sebesar 7,6%. Peningkatan ini lebih baik dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan sebesar 3,1% (YoY), dan Indeks LQ-45 yang juga melemah 5,9% (YoY) per tanggal 31 Agustus 2023. Dari segi volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia, selama periode Januari hingga Agustus 2023 (Year-to-Date/YtD), saham perseroan memiliki rata-rata volume transaksi harian sebesar Rp256 miliar.

"Aksi korporasi tersebut tidak mempengaruhi kecukupan modal dan kinerja keuangan perseroan. Stock split juga tidak akan menyebabkan dilusi atau penurunan jumlah kepemilikan saham oleh pemegang saham perseroan," imbuh Royke. Dengan aksi korporasi ini, jumlah lembar saham perseroan yang beredar akan meningkat secara proporsional. Sedangkan nilai nominal dan nilai pasar dari setiap lembar saham akan menyesuaikan secara proporsional.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
Saham NPGF Melonjak...
Saham NPGF Melonjak 137%, Rumor Akuisisi Picu Optimisme
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
10 Saham Paling Boncos...
10 Saham Paling Boncos dalam Sepekan, Terparah Ambles 53,49 Persen
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Menelaah di Balik Manuver...
Menelaah di Balik Manuver MSCI
Kejagung Turut Dalami...
Kejagung Turut Dalami Isu Saham Gorengan saat IHSG Anjlok
Rekomendasi
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti ke Polisi
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved