110 Negara Siap Hadir di Forum Belt and Road Initiative Jalur Sutra China
Rabu, 20 September 2023 - 16:50 WIB
loading...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengkonfirmasi negara yang akan hadir dalam forum Belt and Road Initiative. FOTO/Reuters/Tingshu Wang
A
A
A
JAKARTA - 110 negara siap menghadiri Belt and Road Forum for International Cooperation yang ketiga di Beijing, China pada Oktober mendatang. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan persiapan untuk forum tersebut telah dipersiapkan dengan baik.
Forum jalur sutra modern atau Belt and Road Initiative (BRI) telah populer selama dekade terakhir. Agenda forum tersebut meliputi upacara pembukaan, forum tingkat tinggi terkait konektivitas, pembangunan hijau dan ekonomi digital dan enam forum tematik, di antaranya konektivitas perdagangan, diskusi terkait proyek infrastruktur jalur sutra yang bersih, kerja sama subnasional dan kemaritiman hingga konferensi CEO. Menyitir Global Times, forum tersebut diyakini mampu menarik perwakilan dari banyak negara.
Dekan dari Hainan University Belt and Road Research Institute Liang Haiming mengatakan forum tersebut optimitis dapat memainkan peran lebih besar dalam membuka arah baru kerja sama internasional dan kekuatan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi global serta membangun platform baru pertumbuhan hubungan antar negara.
"Selama satu dekade terakhir, BRI telah berkontribusi pada multilateralisme dan menciptakan kondisi pembangunan yang lebih baik bagi negara-negara berkembang," kata Liang. "BRI juga telah memberikan model dan pengalaman pembangunan China kepada negara-negara dan kawasan yang terlibat dalam BRI," kata dia.
Baca Juga: ‘Perang Tanpa Asap' China di Jalur Sutera Modern
Dia mengatakan BRI telah menjadi barang publik yang populer di seluruh dunia karena telah membawa harapan dan membuka jalur pembangunan baru untuk pembangunan ekonomi global, kata Liang. Sejauh ini, platform tersebut telah menarik partisipasi lebih dari tiga perempat negara di dunia dan 32 organisasi internasional.
Berdasarkan laporan Kementerian Luar Negeri China, selama satu dekade terakhir, platform BRI telah menghasilkan hampir USD1 triliun dalam bentuk investasi, membangun lebih dari 3.000 proyek kerja sama, menciptakan 420.000 lapangan kerja, dan membantu mengentaskan hampir 40 juta orang dari kemiskinan.
Forum jalur sutra modern atau Belt and Road Initiative (BRI) telah populer selama dekade terakhir. Agenda forum tersebut meliputi upacara pembukaan, forum tingkat tinggi terkait konektivitas, pembangunan hijau dan ekonomi digital dan enam forum tematik, di antaranya konektivitas perdagangan, diskusi terkait proyek infrastruktur jalur sutra yang bersih, kerja sama subnasional dan kemaritiman hingga konferensi CEO. Menyitir Global Times, forum tersebut diyakini mampu menarik perwakilan dari banyak negara.
Dekan dari Hainan University Belt and Road Research Institute Liang Haiming mengatakan forum tersebut optimitis dapat memainkan peran lebih besar dalam membuka arah baru kerja sama internasional dan kekuatan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi global serta membangun platform baru pertumbuhan hubungan antar negara.
"Selama satu dekade terakhir, BRI telah berkontribusi pada multilateralisme dan menciptakan kondisi pembangunan yang lebih baik bagi negara-negara berkembang," kata Liang. "BRI juga telah memberikan model dan pengalaman pembangunan China kepada negara-negara dan kawasan yang terlibat dalam BRI," kata dia.
Baca Juga: ‘Perang Tanpa Asap' China di Jalur Sutera Modern
Dia mengatakan BRI telah menjadi barang publik yang populer di seluruh dunia karena telah membawa harapan dan membuka jalur pembangunan baru untuk pembangunan ekonomi global, kata Liang. Sejauh ini, platform tersebut telah menarik partisipasi lebih dari tiga perempat negara di dunia dan 32 organisasi internasional.
Berdasarkan laporan Kementerian Luar Negeri China, selama satu dekade terakhir, platform BRI telah menghasilkan hampir USD1 triliun dalam bentuk investasi, membangun lebih dari 3.000 proyek kerja sama, menciptakan 420.000 lapangan kerja, dan membantu mengentaskan hampir 40 juta orang dari kemiskinan.
Lihat Juga :