Sindiran Menohok Menteri Teten ke Perbankan soal Penyaluran KUR
Kamis, 21 September 2023 - 14:39 WIB
loading...
Penyaluran KUR masih menyaratkan agunan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menyinggung perbankan yang kerap kali mensyaratkan agunan untuk penyaluran kredit usaha rakyat ( KUR ) bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Menurutnya, perbankan harus melakukan pendekatan teknologi seperti yang dilakukan oleh financial technology (fintech) untuk menyalurkan pembiayaan kepada UMKM.
Baca juga: Menteri Teten Singgung Influencer dan Artis yang Promosikan Produk Impor
"Kalau masih tetap memaksa UMKM punya aset, punya agunan untuk bisa mendapatkan kredit perbankan, sampai kuda bisa menari pun nggak mungkin bisa dilakukan," ucap Teten saat menyampaikan sambutan di acara AFPI UMKM Digital Summit 2023 di Convention Hall Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (21/9/2023).
Teten menyampaikan, Presiden Jokowi meminta penyaluran kredit perbankan untuk UMKM di tahun 2024 mencapai 30%, namun ia meyakini angka tersebut tidak akan bisa tercapai jika perbankan masih mensyaratkan agunan.
"Pak Presiden sudah minta pada tahun 2024 itu kredit perbankan untuk UMKM harus 30% minimum, tapi saya yakinkan itu nggak akan tercapai. Hari ini baru sekitar 21-22%," tuturnya.
Baca juga: Menteri Teten Singgung Influencer dan Artis yang Promosikan Produk Impor
"Kalau masih tetap memaksa UMKM punya aset, punya agunan untuk bisa mendapatkan kredit perbankan, sampai kuda bisa menari pun nggak mungkin bisa dilakukan," ucap Teten saat menyampaikan sambutan di acara AFPI UMKM Digital Summit 2023 di Convention Hall Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (21/9/2023).
Teten menyampaikan, Presiden Jokowi meminta penyaluran kredit perbankan untuk UMKM di tahun 2024 mencapai 30%, namun ia meyakini angka tersebut tidak akan bisa tercapai jika perbankan masih mensyaratkan agunan.
"Pak Presiden sudah minta pada tahun 2024 itu kredit perbankan untuk UMKM harus 30% minimum, tapi saya yakinkan itu nggak akan tercapai. Hari ini baru sekitar 21-22%," tuturnya.
Lihat Juga :