AS Masuk Jurang Resesi Pertama dalam Satu Dekade, Semua Negara Tunggu Giliran
Senin, 03 Agustus 2020 - 05:26 WIB
loading...
A
A
A
Dia menekankan, sekali lagi karakteristik negara Indonesia yang lebih bergantung kepada konsumsi ketimbang ekspor menyebabkan kontraksi ekonomi menjadi lebih 'mild'. Alasannya karena konsumsi walaupun mengalami kontraksi tidak akan sampai terlalu dalam.
"Masyarakat bagaimanapun tetap akan melakukan konsumsi, terutama lagi dengan adanya berbagai bantuan dari pemerintah," ungkap dia.
Lebih lanjut Piter menuturkan, kondisi perekonomian global khususnya AS yang terpuruk hingga masuk ke jurang resesi mengundang response kebijakan fiskal dan moneter yang longgar. Kebijakan the fed misalnya adalah mempertahankan suku bunga acuan 0 - 0,25%, dengan komitmen melanjutkan pembelian Surat utang pemerintah Dan juga korporasi (quantitative easing/QE) selama diperlukan guna membangkitkan perekonomian AS.
"Kebijakan pelonggaran likuiditas ini memunculkan sentimen positif di pasar keuangan negara berkembang, serta membuka peluang terus berlanjutnya aliran modal masuk yang akan memperkuat nilai tukar, termasuk Rupiah," beber dia.
Sentimen positif didukung juga oleh berita positif terkait perkembangan penemuan vaksin covid-19. "Saya memperkirakan satu minggu kedepan Rupiah akan cenderung menguat," katanya.
"Masyarakat bagaimanapun tetap akan melakukan konsumsi, terutama lagi dengan adanya berbagai bantuan dari pemerintah," ungkap dia.
Lebih lanjut Piter menuturkan, kondisi perekonomian global khususnya AS yang terpuruk hingga masuk ke jurang resesi mengundang response kebijakan fiskal dan moneter yang longgar. Kebijakan the fed misalnya adalah mempertahankan suku bunga acuan 0 - 0,25%, dengan komitmen melanjutkan pembelian Surat utang pemerintah Dan juga korporasi (quantitative easing/QE) selama diperlukan guna membangkitkan perekonomian AS.
"Kebijakan pelonggaran likuiditas ini memunculkan sentimen positif di pasar keuangan negara berkembang, serta membuka peluang terus berlanjutnya aliran modal masuk yang akan memperkuat nilai tukar, termasuk Rupiah," beber dia.
Sentimen positif didukung juga oleh berita positif terkait perkembangan penemuan vaksin covid-19. "Saya memperkirakan satu minggu kedepan Rupiah akan cenderung menguat," katanya.
(akr)
Lihat Juga :