AS Masuk Jurang Resesi Pertama dalam Satu Dekade, Semua Negara Tunggu Giliran
Senin, 03 Agustus 2020 - 05:26 WIB
loading...
Ekonom menilai, sekarang ini semua negara tinggal menunggu waktunya saja untuk menyatakan secara resmi sudah mengalami resesi. Setelah kondisi ini menempatkan AS ke ekonomi terburuk sejak 1947 dan membuatnya mengalami resesi perdananya dalam 11 tahun tera
A
A
A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) masuk ke jurang resesi dengan perekonomian terkontraksi 32,9% pada kuartal II 2020, menyusul pertumbuhan minus 5% pada kuartal I 2020. Kondisi ini menempatkan AS ke ekonomi terburuk sejak 1947. Pandemik Covid-19 membuat AS mengalami resesi perdananya dalam 11 tahun terakhir. Terpuruknya pertumbuhan ekonomi AS diakibatkan karena kebijakan lockdown yang melumpuhkan kegiatan ekonomi mereka.
(Baca Juga: Perhatian, Resesi AS Bisa Menyeret Ekonomi Nasional )
Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menilai, sekarang ini semua negara tinggal menunggu waktunya saja untuk menyatakan secara resmi sudah mengalami resesi. Proses resesinya sendiri sudah berlangsung sejak awal tahun yang diakibatkan dari wabah covid-19 dan semua terseret gelombang wabah yang sama.
"Memang negara-negara tertentu yang sangat bergantung kepada ekspor akan terseret lebih dalam karena selain terjadi wabah di domestik, ekspornya juga turun karena penurunan ekonomi global. Tapi Indonesia bukan negara seperti itu. Kita tidak bergantung Ekspor," ujar Piter saat dihubungi di Jakarta Minggu.
Jadi resesi di AS dan di banyak negara lainnya tidak akan menambah buruk perekonomian Indonesia. Dampak resesi di berbagai negara termasuk AS sudah kita rasakan dimana ekspor Indonesia sudah menurun dan ini tidak akan berdampak lebih besar lagi.
Menurut dia, perekonomian Indonesia sudah terkontraksi, khususnya oleh karena wabah yang menyebabkan konsumsi dan investasi Indonesia menurun. "Kabar baiknya, meskipun kita dipastikan akan ikut mengalami resesi, tetapi kontraksi ekonomi yang kita alami diyakini tidak akan sedalam negara-negara maju," papar dia.
(Baca Juga: Badai Resesi Menyerang Negara Adidaya, Awas Mengancam Industri Nasional )
(Baca Juga: Perhatian, Resesi AS Bisa Menyeret Ekonomi Nasional )
Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menilai, sekarang ini semua negara tinggal menunggu waktunya saja untuk menyatakan secara resmi sudah mengalami resesi. Proses resesinya sendiri sudah berlangsung sejak awal tahun yang diakibatkan dari wabah covid-19 dan semua terseret gelombang wabah yang sama.
"Memang negara-negara tertentu yang sangat bergantung kepada ekspor akan terseret lebih dalam karena selain terjadi wabah di domestik, ekspornya juga turun karena penurunan ekonomi global. Tapi Indonesia bukan negara seperti itu. Kita tidak bergantung Ekspor," ujar Piter saat dihubungi di Jakarta Minggu.
Jadi resesi di AS dan di banyak negara lainnya tidak akan menambah buruk perekonomian Indonesia. Dampak resesi di berbagai negara termasuk AS sudah kita rasakan dimana ekspor Indonesia sudah menurun dan ini tidak akan berdampak lebih besar lagi.
Menurut dia, perekonomian Indonesia sudah terkontraksi, khususnya oleh karena wabah yang menyebabkan konsumsi dan investasi Indonesia menurun. "Kabar baiknya, meskipun kita dipastikan akan ikut mengalami resesi, tetapi kontraksi ekonomi yang kita alami diyakini tidak akan sedalam negara-negara maju," papar dia.
(Baca Juga: Badai Resesi Menyerang Negara Adidaya, Awas Mengancam Industri Nasional )
Lihat Juga :