Mesin Industri Logistik Mati 90%, Panasinnya Lama Jika PSBB Lagi
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
Sambung dia menjelaskan, agar roda kegiatan usaha logistik dapat terus berjalan maksimal, maka beberapa pengusaha mengambil langkah seperti mengurangi karyawan, menegosiasikan pembayaran cicilan kendaraan. Karena, pembayaran kredit kendaraan itu merupakan beban yang paling berat bagi para pengusaha di sektor logistik.
(Baca Juga: Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Sektor Logistik dan Kurir )
“Lalu, mencari sumber pendapatan lain. Mencari pinjaman itu yang bisa kami lakukan untuk mempertahankan usaha ini. Tentu dengan harapan ke depan yang lebih baik,” katanya.
Dia menilai capaian target industri logistik di Indonesia akan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Oleh sebab itu, dirinya mengimbau kepada setiap pelaku usaha dan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, sehingga angka penyebaran Covid-19 bisa segera menurun.
“Capaian industri logistik ini akan menurun karena pandemi tadi. Tentunya kita tidak mau terjadi PSBB lagi. Kalau psbb lagi, mesinnya mati, panasinnya lama. Kita harus manfaatkan momentum ini supaya nanti menuju 100 persen terbuka,” kata dia.
(Baca Juga: Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Sektor Logistik dan Kurir )
“Lalu, mencari sumber pendapatan lain. Mencari pinjaman itu yang bisa kami lakukan untuk mempertahankan usaha ini. Tentu dengan harapan ke depan yang lebih baik,” katanya.
Dia menilai capaian target industri logistik di Indonesia akan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Oleh sebab itu, dirinya mengimbau kepada setiap pelaku usaha dan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, sehingga angka penyebaran Covid-19 bisa segera menurun.
“Capaian industri logistik ini akan menurun karena pandemi tadi. Tentunya kita tidak mau terjadi PSBB lagi. Kalau psbb lagi, mesinnya mati, panasinnya lama. Kita harus manfaatkan momentum ini supaya nanti menuju 100 persen terbuka,” kata dia.
(akr)
Lihat Juga :