Dampak Pasar Dunia Melemah, Eksistensi Industri Kelapa Terancam
Senin, 02 Oktober 2023 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan untuk China, economic growth-nya memang agak merendah. Ini tentu berpengaruh terhadap daya beli mereka. Tapi karena China sangat membutuhkan kelapa, mereka tetap beli cuma tidak bisa memberi insentif harga yang sebaik sebelumnya.
"Jadi, dari data enam bulan pertama tahun 2023 ini, China masih membeli dari kita, tapi harganya mereka turunkan. Dan volume juga semakin turun. Jadi, mungkin karena economic down di China, itu akan kelihatan sekali bahwa daya belinya menurun,” demikian menurut Wakil Ketua Bidang Kerja sama Kelembagaan HIPKI (Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia), Amrizal Idroes.
El Nino yang sedang melanda dunia juga berdampak kepada kelapa. Menurunnya permukaan laut menyebabkan Terusan Panama susah dilalui, dampaknya biaya logistik produk ekspor (termasuk turunan kelapa) akan lebih mahal, karena kapal dengan tujuan Amerika harus memutar atau melakukan upaya lain.
Beberapa area Indonesia yang menggunakan air sebagai media distribusi hasil panen kelapa juga terdampak. Karena air surut tidak bisa menyalurkan hasil panen kelapa.
“Kalau musim panas dan El Nino ini berlanjut, itu sangat berpengaruh ke performance kelapa untuk tahun depan. Jadi diperkirakan, jumlah kelapa tahun depan itu akan sedikit turun. Kalau ini terjadi, maka akan terjadi kelangkaan bahan baku. Sehingga akan menyulitkan petani dan industri kelapa dalam memenuhi targetnya,” ungkap Amrizal Idroes.
Berbagai krisis yang melanda dunia di atas tentu membawa dampak negatif bagi industri kelapa. Karena menurunnya permintaan, maka industri harus bisa mengatur langkah agar operasional tetap berjalan. Dan tentunya harus bisa menyesuaikan penyerapan bahan baku (kelapa) sesuai permintaan/penjualan produk jadi. Karena jika salah perhitungan akan berdampak negative bagi kelangsungan perusahaan.
"Jadi, dari data enam bulan pertama tahun 2023 ini, China masih membeli dari kita, tapi harganya mereka turunkan. Dan volume juga semakin turun. Jadi, mungkin karena economic down di China, itu akan kelihatan sekali bahwa daya belinya menurun,” demikian menurut Wakil Ketua Bidang Kerja sama Kelembagaan HIPKI (Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia), Amrizal Idroes.
El Nino yang sedang melanda dunia juga berdampak kepada kelapa. Menurunnya permukaan laut menyebabkan Terusan Panama susah dilalui, dampaknya biaya logistik produk ekspor (termasuk turunan kelapa) akan lebih mahal, karena kapal dengan tujuan Amerika harus memutar atau melakukan upaya lain.
Beberapa area Indonesia yang menggunakan air sebagai media distribusi hasil panen kelapa juga terdampak. Karena air surut tidak bisa menyalurkan hasil panen kelapa.
“Kalau musim panas dan El Nino ini berlanjut, itu sangat berpengaruh ke performance kelapa untuk tahun depan. Jadi diperkirakan, jumlah kelapa tahun depan itu akan sedikit turun. Kalau ini terjadi, maka akan terjadi kelangkaan bahan baku. Sehingga akan menyulitkan petani dan industri kelapa dalam memenuhi targetnya,” ungkap Amrizal Idroes.
Berbagai krisis yang melanda dunia di atas tentu membawa dampak negatif bagi industri kelapa. Karena menurunnya permintaan, maka industri harus bisa mengatur langkah agar operasional tetap berjalan. Dan tentunya harus bisa menyesuaikan penyerapan bahan baku (kelapa) sesuai permintaan/penjualan produk jadi. Karena jika salah perhitungan akan berdampak negative bagi kelangsungan perusahaan.
Lihat Juga :