Sandiaga Uno: Nilai Tambah Ekonomi Kreatif Lampaui Target Rp1,3 Triliun
Kamis, 05 Oktober 2023 - 17:18 WIB
loading...
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebut nilai ekspor di bidang ekonomi kreatif sudah lebih 50% dari total nilai yang ditargetkan. Sementara, dari segi nilai tambah ekonomi kreatif telah lebih 50% dari target.
"Ada 2 ukuran dari ekonomi kreatif yang kita pantau. Pertama adalah nilai ekspor yang kita targetkan USD27 miliar, sudah mencapai lebih dari 50%. Kami optimis akan tercapai dan ini belum hitung jasa seperti jasa iklan, atau arsitek dan lainnya," ujar Sandiaga di sela acara Friends of Creative Economy (FCE) Meeting 2023, Rabu (5/10/2023).
Sementara, dari segi nilai tambah ekonomi kreatif Kemenparekraf menargetkan nilai tambah sebesar Rp1,3 triliun per Juni 2023. Namun, target tersebut sudah tercapai bahkan melebihi angka target sebesar 50 persen. Hal ini diakui Sandi bahwa ekonomi kreatif telah menyumbang kontribusi 8 persen terhadap negara
"Dari segi nilai tambah ekonomi kreatif, per Juni target Rp1,3 triliun itu sudah terlampaui lebih dari 50 persen, jadi kami prediksi bahwa angka 1,4 triliun dapat kita capai sebagai nilai tambah ekonomi kreatif dan menempatkan ekonomi kreatif berkontribusi sekitar 8 persen," lanjutnya.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah FCE 2023, Sandiaga Dorong Indonesia Jadi Pemimpin Ekonomi Kreatif
Sandiaga menjelaskan Indonesia memiliki ekonomi kreatif ketiga terbesar di dunia. Indonesia berada di bawah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan. Hal ini yang menjadi fokus pemerintah dimana Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar posisi Indonesia mengambil peran yang strategis di sektor ekonomi kreatif.
"Sebagai salah satu dari tiga negara terbesar dunia dengan ekonomi kreatif untuk mengambil peran yang strategis. Kami mengundang beberapa negara yang telah mengadopsi resolusi yang kita tampilkan melalui komitmen di PBB dimana ekonomi kreatif menjadi ekonomi masa depan kita semua yang menciptakan semangat inklusif dan menciptakan lapangan kerja yang kita targetkan sebanyak 25 juta lapangan kerja dari segi ekonomi kreatif," katanya.
"Ada 2 ukuran dari ekonomi kreatif yang kita pantau. Pertama adalah nilai ekspor yang kita targetkan USD27 miliar, sudah mencapai lebih dari 50%. Kami optimis akan tercapai dan ini belum hitung jasa seperti jasa iklan, atau arsitek dan lainnya," ujar Sandiaga di sela acara Friends of Creative Economy (FCE) Meeting 2023, Rabu (5/10/2023).
Sementara, dari segi nilai tambah ekonomi kreatif Kemenparekraf menargetkan nilai tambah sebesar Rp1,3 triliun per Juni 2023. Namun, target tersebut sudah tercapai bahkan melebihi angka target sebesar 50 persen. Hal ini diakui Sandi bahwa ekonomi kreatif telah menyumbang kontribusi 8 persen terhadap negara
"Dari segi nilai tambah ekonomi kreatif, per Juni target Rp1,3 triliun itu sudah terlampaui lebih dari 50 persen, jadi kami prediksi bahwa angka 1,4 triliun dapat kita capai sebagai nilai tambah ekonomi kreatif dan menempatkan ekonomi kreatif berkontribusi sekitar 8 persen," lanjutnya.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah FCE 2023, Sandiaga Dorong Indonesia Jadi Pemimpin Ekonomi Kreatif
Sandiaga menjelaskan Indonesia memiliki ekonomi kreatif ketiga terbesar di dunia. Indonesia berada di bawah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan. Hal ini yang menjadi fokus pemerintah dimana Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar posisi Indonesia mengambil peran yang strategis di sektor ekonomi kreatif.
"Sebagai salah satu dari tiga negara terbesar dunia dengan ekonomi kreatif untuk mengambil peran yang strategis. Kami mengundang beberapa negara yang telah mengadopsi resolusi yang kita tampilkan melalui komitmen di PBB dimana ekonomi kreatif menjadi ekonomi masa depan kita semua yang menciptakan semangat inklusif dan menciptakan lapangan kerja yang kita targetkan sebanyak 25 juta lapangan kerja dari segi ekonomi kreatif," katanya.
Lihat Juga :