Dulu Untung Kini Buntung, KAI Merugi Rp1,33 T di Paruh Pertama 2020

Senin, 03 Agustus 2020 - 23:23 WIB
loading...
Dulu Untung Kini Buntung,...
PT KAI mencatat kerugian pada semester pertama 2020 sebesar Rp1,33 triliun. Foto/Dok SINDOphoto/Isra Triansyah
A A A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat kerugian pada semester pertama 2020 sebesar Rp1,33 triliun. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu raihan keuntungan perseroan mencapai Rp1,23 triliun.

Mengutip laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin, (3/7/2020) kerugian KAI disebabkan beban pokok pendapatan.

Tercatat total pendapatan pada semester satu tahun ini hanya mencapai Rp7,41 triliun atau merosot 38,91% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp12,13 triliun. (Baca juga: KA Argo Parahyangan Jakarta-Bandung Beroperasi Lagi, Yuk Cek Jadwalnya )

Adapun rincian pendapatan pada semester I/2020 meliputi pendapatan angkutan dan usaha lainnya sebesar Rp7,27 triliun, pendapatan konstruksi mencapai Rp137 miliar. Sementara, pada semester I/2019 pendapatan angkutan dan usaha lainnya mencapai Rp10,7 triliun dan pendapatan konstruksi sebesar Rp1,4 triliun.

Di sisi lain, perseroan pelat merah harus tetap mengeluarkan anggaran pada pos beban pokok pendapatan. Hal itu menjadi faktor lain adanya tekanan laba perseroan sehingga merugi.

Tercatat, total beban pokok pendapatan sepanjang semester satu 2020 mencapai Rp7,02 triliun, turun sedikit dengan beban pokok pendapatan tahun lalu yang sebesar Rp8,94 triliun.

"Beban pokok pendapatan tersebut terdiri dari beban angkutan dan usaha lainnya sebesar Rp6,89 triliun dan beban konstruksi sebesar Rp137,13 miliar," demikian keterangan keterbukaan informasi BEI, dikutip, Senin (3/8/2020).

Labih jauh, KAI juga mencatat beban usaha sebesar Rp1,27 triliun, turun tipis dari beban usaha periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,42 triliun. Bahkan, perseroan mengalami penurunan total aset hingga 30 Juni 2020 menjadi Rp44,50 triliun. Angka ini turun dibandingkan akhir Desember 2019 sebesar Rp44,90 triliun.

"Sementara jumlah liabilitas naik dari Rp25,09 triliun pada akhir Desember 2019 menjadi Rp26,11 triliun pada 30 Juni 2020," tulis BEI. (Baca juga: IHSG Sesi Siang Ambruk 132,27 Poin Saat Rupiah Loyo )

Untuk diketahui, kinerja KAI sebenarnya sudah mengalami pukulan sejak Maret 2020, terlihat dari kinerja kuartal pertama 2020. Pada periode tersebut, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp251,25 miliar. Jumlah ini turun 42,72% dibandingkan capaian kuartal pertama 2019 yang sebesar Rp438,69 miliar.

Pukulan telak dirasakan PT KAI pada Maret 2020, dimana rata-rata penumpang per hari hanya mencapai 275.000 orang, anjlok dibandingkan rata-rata penumpang pada Januari 2020 yang mampu mencapai 1,27 juta orang. (Baca juga: Tak Pakai Masker, 15 Sopir dan 25 Penumpang Angkot Disuruh Kerja Sosial )

Penurunan jumlah penumpang yang drastis ini akhirnya membuat pendapatan perusahaan turun, dari Rp1,88 triliun pada Januari 2020 menjadi Rp1,54 triliun pada Maret 2020. Dari segi penjualan tiket, pada Maret 2020 pendapatan harian PT KAI anjlok 89% dibanding bulan Februari 2020.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1,3 Juta Tiket Kereta...
1,3 Juta Tiket Kereta Ludes Terjual saat Libur Panjang hingga 1 Juni 2026
Penjualan Tiket Kereta...
Penjualan Tiket Kereta di Long Weekend Capai 685.933, Ini 10 Stasiun dengan Keberangkatan Tertinggi
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Desakan Mundur Dirut...
Desakan Mundur Dirut KAI, Pengamat: Evaluasi Harus Objektif, Bukan Tekanan Politik
KAI Catatkan Penjualan...
KAI Catatkan Penjualan Tiket 3,6 Juta, Okupansi KA Jarak Jauh Tembus 120%
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
17 Kereta Makan M1 Beroperasi,...
17 Kereta Makan M1 Beroperasi, KAI Lanjutkan Modernisasi Sarana Lewat Balai Yasa Tegal
Rekomendasi
OTT Bupati Sukoharjo,...
OTT Bupati Sukoharjo, KPK Tangkap Empat Orang Lain Terkait Kasus Pemerasan
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Kasus Penggelapan Dana...
Kasus Penggelapan Dana Bank, Sadiah Amir Sussy Ditahan
Berita Terkini
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
Infografis
Manusia Pertama yang...
Manusia Pertama yang Mencapai 1 Miliar Followers di Media Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved