Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp15.612 per Dolar AS

Jum'at, 06 Oktober 2023 - 16:53 WIB
loading...
Akhir Pekan, Rupiah...
Kurs rupiah sore ini ditutup menguat tipis 5 poin ke level Rp15.612. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah sore ini akhirnya ditutup menguat tipis 5 poin ke level Rp15.612 setelah sebelumnya juga mengalami peningkatan di level Rp15.618.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa indeks dolar AS diperdagangkan lebih tinggi pada hari Jumat, menuju minggu positif lainnya, menjelang rilis data nonfarm payrolls bulanan AS yang dapat memengaruhi pemikiran Federal Reserve.

"Laporan ketenagakerjaan bulan September akan dirilis pada sesi ini, dan diperkirakan menunjukkan bahwa 170.000 pekerjaan diciptakan pada bulan tersebut, turun sedikit dari bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran diumumkan pada saat yang sama, dan diperkirakan akan turun menjadi 3,7% dari 3,8% pada bulan Agustus," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (6/10/2023).

Baca Juga: Keok Lawan Dolar AS, Rupiah Hari Ini Ditutup Tembus Rp15.634

Minggu ini merupakan minggu yang beragam untuk data pasar tenaga kerja, dimulai dengan lowongan pekerjaan yang lebih tinggi dari perkiraan pada akhir Agustus, kemudian angka gaji swasta dari ADP lebih rendah dari perkiraan. Klaim pengangguran pada hari Kamis meningkat dari minggu sebelumnya tetapi sedikit di bawah ekspektasi.

Meskipun demikian, data secara umum cukup tangguh, memperkuat retorika The Fed mengenai suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, sehingga menyebabkan imbal hasil Treasury AS melonjak dan dengan demikian mendukung dolar.

Selain itu, Mata uang tunggal eropa terbantu oleh berita bahwa pesanan industri Jerman naik lebih dari perkiraan pada bulan Agustus, naik sebesar 3,9%, peningkatan yang signifikan dari revisi penurunan bulan Juli sebesar 11,3%.

Dari sisi sentimen internal, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada September 2023 mencapai USD134,9 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut turun USD2,2 miliar jika dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar USD137,1 miliar. Penurunan cadangan devis aini sesuai dengan ekspektasi para analis.

“Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2023 tetap tinggi sebesar USD134,9 miliar, meski menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Agustus 2023 sebesar USD137,1 miliar,” ujar Ibrahim.

Sedangkan Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Penurunan posisi cadangan devisa pada September 2023 dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. Langkah stabilisasi tersebut sebagai langkah untuk mengantisipasi dampak rambatan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca Juga: Dolar Tergelincir, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp15.618

Dipicu Capital Outflow BI pun menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Bank Indonesia menjamin cadangan devisa ke depan akan tetap memadai, terutama didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga. Hal itu juga seiring dengan respons bauran kebijakan yang ditempuh BI dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam perdagangan sore ini, rupiah menguat tipis.

Sedangkan untuk perdagangan pekan depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah terbatas di rentang Rp15.600 - Rp15.670.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rekomendasi
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik MBG Andri Mulyono Jadi Tersangka
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved