Perbandingan Tarif 2 Kereta Cepat di Malaysia Vs KCJB Indonesia

Sabtu, 07 Oktober 2023 - 19:22 WIB
loading...
Perbandingan Tarif 2...
KLIA Ekspres dan KTM ETS adalah dua layanan kereta cepat yang tersedia di Malaysia. Foto/dok. KLIA
A A A
JAKARTA - Perbedaan tarif kereta cepat Malaysia dan kereta cepat Indonesia menarik untuk dibahas. Pasalnya, Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang baru saja memiliki kereta cepat .

Saat ini Malaysia memiliki dua kereta cepat yang masing-masing memiliki kecepatan yang berbeda. Dua kereta cepat tersebut adalah KLIA Ekspres dengan kecepatan 160 km/jam dan KTM ETS dengan kecepatan 140 km/jam.

Dua jenis kereta cepat Malaysia tersebut tentu berbeda jauh dibandingkan dengan milik Indonesia yang memiliki kecepatan 350 km/jam. Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) juga memiliki rute yang panjang, yakni 142,3 kilometer.

Baca Juga Daftar Negara Asia Tenggara yang Miliki Kereta Cepat, Indonesia Masih Tertinggal

Lantas, bagaimana tarif kereta cepat Malaysia jika dibandingkan dengan Indonesia? Berikut ulasannya.

Tarif 2 Kereta Cepat di Malaysia Vs KCJB Indonesia


KLIA Ekspres dan KTM ETS adalah dua layanan kereta cepat yang tersedia di Malaysia. KLIA Ekspres adalah layanan kereta cepat yang menghubungkan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) dan KL Sentral, pusat transportasi utama di Kuala Lumpur dengan total jarak 43,4 kilometer.

KLIA Ekspres menawarkan perjalanan non-stop antara bandara dan KL Sentral dengan waktu perjalanan total hanya 33 menit. Kereta cepat yang satu ini mampu melaju perjalanan hingga 160 km/jam.

Baca Juga Perbandingan Kereta Cepat Shanghai vs KCJB Indonesia, dari Kecepatan hingga Tarif

Sementara itu, KTM ETS adalah layanan kereta api antarkota yang dioperasikan oleh operator kereta api nasional Malaysia, Keretapi Tanah Melayu Berhad. Layanan ini beroperasi di sepanjang jalur pantai barat yang terkutub dari Gemas hingga Padang Besar di perbatasan Malaysia-Thailand.

KTM ETS adalah layanan kereta api metrik tercepat di Malaysia yang saat ini beroperasi di sepanjang jalur ganda dan terkutub. Kereta ini dapat mencapai kecepatan hingga 140 km/jam.

Soal perbandingan harga, tarif KLIA Ekspres bervariasi tergantung pada tujuan, mulai dari 2 ringgit atau sekitar Rp6.800. Dilansir dari laman resminya, untuk harga tertinggi dari kereta ini, penumpang hanya membayar 55 ringgit atau sekitar Rp188.000.

Sedangkan KTM ETS mempunyai tarif sebesar 19 ringgit atau sekitar Rp63.000. Sementara yang paling tinggi, penumpang kereta cepat KTM ETS nantinya harus membayar 42.90 ringgit atau setara dengan Rp142.000.

Kedua harga tiket kereta cepat tersebut lebih mahal dibandingkan dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Tarif kereta cepat Whoosh Indonesia dengan panjang trase sejauh 142,3 kilometer hanya mematok tarif berkisar Rp250.000 hingga Rp300.000 saja.

Meski begitu, hingga saat ini baik KLIA Ekspres dan KTM ETS masih beroperasi dengan lancar. Tak sedikit juga mode transportasi cepat ini menjadi pilihan utama ketika ingin bepergian dengan waktu yang singkat.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Penumpang Whoosh Tembus 53.000
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
VFive Group Ekspansi...
VFive Group Ekspansi ke Sektor Energi dan Kesehatan di Indonesia
BP BUMN: KAI Tak Sanggup...
BP BUMN: KAI Tak Sanggup Menanggung Beban Utang Whoosh Sendiri
KCIC Pasang Target Penumpang...
KCIC Pasang Target Penumpang Whoosh 30.000 per Hari di 2028
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Bukit Peramun Bidik...
Bukit Peramun Bidik Pasar Wisatawan Singapura dan Malaysia
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
Rekomendasi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved