Dedolarisasi adalah Suatu Keharusan, Sanksi Barat Pemicunya

Senin, 09 Oktober 2023 - 06:56 WIB
loading...
A A A
"Bagaimana metode ini akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat atau kegiatan bisnis sehari-hari, itu adalah sesuatu yang harus dialami oleh kedua negara, sistem keuangan dan bisnis (mereka), dan mudah-mudahan berkontribusi pada pembangunan sistem perdagangan baru di mana dolar tidak akan menjadi satu-satunya mata uang," sambung Wong menyimpulkan.

Sementara itu Direktur Departemen Asia Pertama Kementerian Luar Negeri Rusia, Georgy Zinoviev mengklaim, pada bulan lalu bahwa dedolarisasi perdagangan Rusia-China sebagian besar sudah berjalan. Pejabat itu mengatakan, penggunaan rubel dan yuan dalam penyelesaian bersama antara negara-negara tetangga saat ini melebihi 80%, sementara pada awal 2022 melayang sekitar 25%.

Menurut perhitungan dari Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia, yang diterbitkan awal bulan ini, pangsa gabungan rubel dan mata uang dari apa yang disebut negara-negara 'ramah', termasuk yuan China, dalam perdagangan luar negeri Rusia telah mencapai 72% dalam ekspor (naik dari 15% pada awal 2022) dan 69% untuk impor (naik dari 33% pada awal 2022) pada pertengahan 2023.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rekomendasi
Soal Sosok Konglomerat...
Soal Sosok Konglomerat Tan Kian di Kasus Febrie Adriansyah, Polri: Saksi, Bukan Ditahan
Supercar Zenvo Aurora...
Supercar Zenvo Aurora Tur Bermesin V12 Tenaga hingga 1.876 hp
Analisis Kritis dan...
Analisis Kritis dan Metodologis Terkait Dugaan Under-Invoicing di Sektor Sawit
Berita Terkini
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved