Dedolarisasi adalah Suatu Keharusan, Sanksi Barat Pemicunya

Senin, 09 Oktober 2023 - 06:56 WIB
loading...
Dedolarisasi adalah...
Menurut analis, dedolarisasi bukanlah pilihan yang dibuat oleh kedua negara, melainkan suatu keharusan yang dipaksakan kepada mereka oleh sanksi Barat terkait Ukraina terhadap Rusia. Foto/Dok
A A A
SOCHI - Meninggalkan dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan Rusia -China dan beralih ke mata uang nasional adalah langkah yang diperlukan dalam keadaan saat ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Shanghai Centre dari Studi Strategis dan Internasional RimPac, Nelson Wong di sela-sela pertemuan Klub Diskusi Valdai di Sochi.

Baca Juga: 5 Mata Uang Paling Banyak Digunakan di Dunia, Nomor 1 Transaksi Hariannya Tembus Rp43.500 Triliun

Menurut analis, dedolarisasi bukanlah pilihan yang dibuat oleh kedua negara, melainkan suatu keharusan yang dipaksakan kepada mereka oleh sanksi Barat terkait Ukraina terhadap Moskow. Pembatasan tersebut termasuk memutuskan Rusia dari sistem pesan antar bank SWIFT, yang sangat membatasi kemampuan Rusia untuk melakukan transaksi internasional.

"Karena sanksi yang dikenakan pada Rusia – keluar dari sistem SWIFT –, sehingga saat ini perdagangan antara China dan Rusia tidak dapat diselesaikan melalui sistem ini. Jadi kami terpaksa mencari langkah-langkah alternatif. Penyelesaian dalam mata uang lokal, baik dalam renminbi atau rubel, pada dasarnya adalah suatu keharusan," kata Wong.

Baca Juga: Dedolarisasi Terus Meluas, Indonesia Ikut Gerakan Anti Dolar
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
Rekomendasi
OTT di Muara Enim, KPK...
OTT di Muara Enim, KPK Tangkap 10 Orang Termasuk Bupati Edison
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
Berita Terkini
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Infografis
Arkeolog Temukan Wajah...
Arkeolog Temukan Wajah Asli Pribumi Eropa Barat dari dalam Gua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved