Serikat Buruh: Saat Ini yang Dibutuhkan BLT, Bukan Pelatihan

Selasa, 04 Agustus 2020 - 13:13 WIB
loading...
Serikat Buruh: Saat...
Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menegaskan bahwa saat ini buruh yang terkena PHK lebih butuh BLT daripada pelatihan melalui Program Kartu Pra Kerja. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos mendesak pemerintah mengalihkan dana kartu Pra Kerja yang semula untuk pelatihan dan sertifikasi ke program bantuan langsung tunai (BLT) atau bantuan pangan (sembako) bagi buruh korban pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan. Dia menegaskan, saat ini buruh lebih membutuhkan BLT daripada pelatihan kerja.

"Bagi buruh yang terkena dampak PHK lebih butuh BLT dibandingkan dengan pelatihan, karena mereka kehilangan sumber pendapatannya," kata Nining dalam acara market review di IDX channel secara virtual, Selasa (4/8/2020).

(Baca Juga: Presiden KSPI: Jutaan Buruh Terancam PHK Jika Covid-19 Tak Selesai hingga 2021)

Senada dengan Nining, Direktur Riset CORE Piter Abdullah menilai untuk saat ini program Kartu Pra Kerja tidak tepat dilakukan. Sebab, masyarakat terdampak lebih membutuhkan bantuan langsung. "Program Kartu Pra Kerja memang baik, tapi untuk saat ini masyarakat sangat butuh BLT," katanya.

Ia menilai, masyarakat yang mengikuti program ini bukan untuk mendapatkan pelatihan. Namun, hanya mencari insentif yang diberikan. "Yang dikejar oleh masyarakat itu itu bukan pelatihannya tapi insentifnya. Jadi lebih baik kasih saja BLT," ujarnya.

(Baca Juga: Survei Cyrus Network: 72% Responden Yakin Kartu Prakerja Bermanfaat)

Seperti diketahui, masyarakat yang mengikuti program Kartu Pra Kerja akan diberikan pendidikan dan pelatihan. Setelah lulus akan mendapatkan sertifikat. Selain itu, peserta akan mendapatkan insentif sebesar Rp3.550.000 per orang. Rinciannya, Rp1 juta untuk bantuan pelatihan, Rp600 ribu selama 4 bulan untuk insentif pelatihan dan Rp150 ribu insentif survei kebekerjaan yang dilakukan sebanyak 3 kali.

Untuk menjalankan program ini pemerintah sudah menaikkan anggaran dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun. Anggaran ini akan dikucurkan kepada 5.605.634 orang dan peserta program per minggu paling banyak 164.872 orang.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Pemerintah Bakal Umumkan...
Pemerintah Bakal Umumkan Aturan Outsourcing Hari Ini, KSPSI Spill Apa Isinya
Buruh Wanti-wanti RUU...
Buruh Wanti-wanti RUU Ketenagakerjaan: Jangan Sampai Terulang Omnibus Law Cipta Kerja
50.000 Buruh Bakal Demo...
50.000 Buruh Bakal Demo di DPR saat May Day 2026, Ini 6 Tuntutannya
Investasi 2025 Tembus...
Investasi 2025 Tembus Rp1.931 T Belum Selaras dengan Keamanan dan Kesejahteraan Pekerja
Buruh Tolak Penetapan...
Buruh Tolak Penetapan UMP 2026, Menko Airlangga: Sudah Diputuskan!
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Rekomendasi
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved