Bos BKPM Ngeluh, Upah Pekerja RI Mahal Bikin Investasi Asing Seret

Selasa, 04 Agustus 2020 - 13:16 WIB
loading...
Bos BKPM Ngeluh, Upah...
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut mahalnya upah pekerja di Indonesia membuat investor asing pikir-pikir investasi di Indonesia. Disamping itu, mahalnya tanah untuk berusaha juga dianggap momok berinvestasi di RI.

Menurutnya, harga tanah dan mahalnya upah pekerja paling mahal saat dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, seperti Thailand, Filipina, Malaysia, dan Vietnam. Hal itu yang membuat daya saing Indonesia masih rendah di ASEAN. "Banyak yang bertanya kenapa di Indonesia di saat negara lain investasi asing menurun, kok kita tetap landai. Makanya itu yang kita perbaiki," kata Bahlil dalam webinar, Selasa (4/8/2020).

Baca Juga: Gaet Investor Asing, Bahlil Pakai Taktik Juventus

Dia melanjutkan masalah yang juga menyebabkan investor enggan berdatangan adalah terkait dengan upah pekerja di Indonesia. Lantaran, rata-rata upah minimum pekerja per bulan di Indonesia menjadi yang paling mahal di antara negara Asean.
Rinciannya, rata-rata harga upah minimum pekerja di Indonesia senilai USD279 per bulan atau sekitar Rp4,1 juta.

"Sementara itu, rata-rata upah pekerja di Malaysia hanya USD268 per bulan, Thailand dan Filipina masing-masing USD220 per bulan, dan Vietnam USD182 per bulan," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Breaking News! Dokter...
Breaking News! Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya Hari Ini
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
Ditangkap Polda Metro...
Ditangkap Polda Metro Jaya, Dokter Tifa: Tepat saat Saya Menghadap Ujian S3
Berita Terkini
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Infografis
Kesalahan Investasi...
Kesalahan Investasi yang Pernah Bikin Miliarder Dunia Rugi Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved