Ditanya Soal Merek Rice Cooker, Menteri ESDM: Makanya Lu Jadi Tukang Kompor Aja
Jum'at, 13 Oktober 2023 - 18:38 WIB
loading...
Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebut kriteria merek rice cooker yang akan dibagikan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebut nama Maspion ketika ditanya perihal merek 500 ribu unit rice cooker yang akan dibagikan tahun ini. Nama merek itu muncul karena dinilai merupakan produk yang punya kandungan dalam negeri sangat besar.
Baca juga: Menteri ESDM Ungkap soal Kebocoran 1,5 Juta Ton LPG Subsidi
Arifin memastikan bahwa merek rice cooker yang akan dibagikan tersebut memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) semaksimal mungkin.
"Ya semaksimal (TKDN) mungkin, kan banyak yang bisa bikin. (Apa saja?) ya tukang bikin itu apa aja coba lihat, kan banyak mesin-mesin kompor itu. Maspion, terus apa lagi, nasional ya. Makanya lu jadi tukang kompor aja udah," terang Arifin, saat ditemui di kantornya, Jumat (13/10/2023).
Arifin juga optimistis bahwa penyaluran 500 ribu unit rice cooker itu tetap bisa terlaksana tahun ini walau hanya tersisa dua bulan lagi.
"Ya kita memang tinggal nyelesain saja, cuma kan kita lihat nanti governance-nya gimana untuk penyampaiannya," ungkap Arifin.
Dalam kesempatan yang sama, Arifin juga menegaskan bahwa pembagian 500 ribu unit rice cooker kepada masyarakat yang akan dilakukan tahun ini itu utamanya untuk menekan impor liquefied petroleum gas (LPG).
Baca juga: Menteri ESDM Ungkap soal Kebocoran 1,5 Juta Ton LPG Subsidi
Arifin memastikan bahwa merek rice cooker yang akan dibagikan tersebut memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) semaksimal mungkin.
"Ya semaksimal (TKDN) mungkin, kan banyak yang bisa bikin. (Apa saja?) ya tukang bikin itu apa aja coba lihat, kan banyak mesin-mesin kompor itu. Maspion, terus apa lagi, nasional ya. Makanya lu jadi tukang kompor aja udah," terang Arifin, saat ditemui di kantornya, Jumat (13/10/2023).
Arifin juga optimistis bahwa penyaluran 500 ribu unit rice cooker itu tetap bisa terlaksana tahun ini walau hanya tersisa dua bulan lagi.
"Ya kita memang tinggal nyelesain saja, cuma kan kita lihat nanti governance-nya gimana untuk penyampaiannya," ungkap Arifin.
Dalam kesempatan yang sama, Arifin juga menegaskan bahwa pembagian 500 ribu unit rice cooker kepada masyarakat yang akan dilakukan tahun ini itu utamanya untuk menekan impor liquefied petroleum gas (LPG).
Lihat Juga :