Rapat LRT, Luhut Dengarkan Hasil Kajian Konsultan Asal AS

Senin, 31 Juli 2017 - 13:51 WIB
Rapat LRT, Luhut Dengarkan...
Rapat LRT, Luhut Dengarkan Hasil Kajian Konsultan Asal AS
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan hari ini menggelar rapat koordinasi (rakor) mengenai proyek kereta ringan (light rail transit/LRT).

(Baca: Menhub: Subsidi LRT Akan Berkurang dari Rp1 Triliun )

Dalam rapat tersebut, pemerintah mendengarkan hasil kajian dari konsultan asal Amerika Serikat (AS) yakni Price Waterhouse Coopers (PwC) mengenai proyek prestisius tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang ditemui usai menghadiri rakor tersebut menyatakan, kajian yang dilakukan PwC sangat realistis. Termasuk mengenai adanya potensi proyek tersebut melibatkan swasta.

"Angka dan kondisi dijabarkan secara transparan. Artinya, dengan PVC kajian tentang proyek ini, maka saya lihat ada suatu potensi yang besar bahwa industri kereta api tidak saja harus dibiayai negara, tapi swasta sudah bisa dilibatkan," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (31/7/2017).

Dalam rapat tersebut, kata mantan Bos PT Angkasa Pura II (Persero) ini, pemerintah berharap agar swasta dapat dilibatkan lebih banyak. Bahkan, pengembangan Transit Oriented Development (TOD) juga akan dilelang kepada swasta.

"TOD itu akan dibuat semacam TOR lelang kepada swasta. Tidak dikerjakan oleh PT KAI," imbuh dia.

Menurutnya, PwC juga memperkirakan bahwa subsidi Rp1 triliun yang disuntikkan pemerintah untuk proyek ini bisa turun seiring bertambahnya jumlah penumpang LRT di masa akan datang. Bahkan, subsidi tersebut tidak menutup kemungkinan akan hilang.

"Dari angka itu terlihat memang ada suatu asumsi yang cukup realistis, dan tarif Rp12.000, ada semacam subsidi tapi wajar. Tapi subsidi itu akan turun apabila jumlah penumpang naik. Jadi bahkan subsidi akan hilang apabila itu bisa dilakukan," tuturnya.

Budi menambahkan, KAI juga memiliki usulan agar jalur yang dilintasi LRT tidak hanya sampai Cibubur. Proyek tersebut diharapkan bisa terus hingga Bogor.

"Diusulkan oleh KAI, tidak sampai Cibubur saja, tapi sampai Bogor. Dan sampai Bogor ini kita harapkan biayanya lebih murah, kita ingin swasta juga sharing karena mereka akan mendapat manfaat suatu aksesabilitas yang bagus, tapi mereka juga sharing di situ," terang Menhub.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uji Coba LRT Jabodebek...
Uji Coba LRT Jabodebek Dihentikan Sementara, Begini Penjelasan Kemenhub
Begini Cara Menghitung...
Begini Cara Menghitung Tarif LRT Jabodebek, Mulai dari Rp5.000
Pembangunan LRT Jabodebek...
Pembangunan LRT Jabodebek Sudah 75%, Beres Kapan?
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Groundbreaking Paling Lambat Awal Oktober 2023
LRT Jakarta Gunakan...
LRT Jakarta Gunakan Sinar Ultraviolet untuk Cegah Covid-19
Pembubutan Roda LRT...
Pembubutan Roda LRT Jabodebek Belum Rampung, Kemenhub: Terjadi Juga di Athena dan Kolombia
Berita Terkini
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
6 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
35 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
55 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved