Meneropong Pasar Properti di Tahun Politik, Hunian Vertikal Tetap Diminati
Senin, 16 Oktober 2023 - 20:05 WIB
loading...
Seminar dengan tema Bagaimana Pasar properti di Tahun Politik di Alam Sutera, Tangerang, Senin (16/10/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
TANGERANG - Industri properti akan dihadapkan dengan hajatan Pemilu 2024 pada Februari mendatang. Diperkirakan peluang ekonomi bertumbuh tetap ada di tahun tahun politik karena merupakan kondisi berpola musiman.
Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, di 2024 sejauh ini proyeksi sekitar 5% dan terindikasi stabil. Tapi menurutnya properti itu ada siklus, seperti sebuah jam bergerak ke atas. Selama 3 tahun pergerakkan terhambat karena ada pandemi, dan saat ini untuk hunian berada pada jarum jam di angka 7, siap bergerak ke atas.
“Dan sektor hunian itu berada di jam 7, siap bergerak ke atas. Dan proyek yang sudah berprogres pembangunannya akan lebih bagus, siap menyambut pasar. Artinya saat pasar bergerak maka timing-nya pas,” kata Ferry Salnto dalam seminar dengan tema Bagaimana Pasar properti di Tahun Politik di Alam Sutera, Tangerang, Senin (16/10/2023). Baca juga: Menko Airlangga: Indonesia Telah Menjadi Tujuan Investasi Properti Terbaik di Dunia
Lebih lanjut Ferry menegaskan kondisi properti sebelumnya tertahan karena efek pandemi. Tahun ini mulai bergerak dan perlahan naik. Namun saat ini banyak developer menahan pengembangan proyek baru. Tidak seperti 5-7 tahun lalu pembangunan apartemen cukup masif, terutama hunian vertikal karena saat ini memang harus hati-hati
Terkait potensi pasar apartemen, Ferry menegaskan saat ini investor yang karakternya mencari yield saat ini jumlahnya berkurang sejak 2022. Di mana pasar apartemen didominasi investor, khususnya kelas menengah atas.
“Di tahun 2023, pasarnya beda. Pasar apartemen dari data yang kita lakukan pada kuartal II 2023 lalu didominasi end user, mencapai 54%. Mereka membeli melihat dari progres proyeknya, atau produk sudah jadi, karena ini lebih confident,” lanjutnya.
Selain itu segmen end user, menurut Ferry, membeli karena ada keperluan untuk dihuni, dan sudah saatnya time to buy’s. “Fakta end user ini diperkuat juga data OJK (Otoritas Jasa Keuangan), pada akhir tahun lalu saving dana masyarakat di bank meningkat, dan cukup besar. Nah, ini peluang, bagaiamana bisa megedukasi mereka untuk berinvestasi di properti, meyakinkan mereka meyakinkan mereka memindahkan dananya ke apartemen sebagai investasi yang menguntungkan,” jelasnya.
Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, di 2024 sejauh ini proyeksi sekitar 5% dan terindikasi stabil. Tapi menurutnya properti itu ada siklus, seperti sebuah jam bergerak ke atas. Selama 3 tahun pergerakkan terhambat karena ada pandemi, dan saat ini untuk hunian berada pada jarum jam di angka 7, siap bergerak ke atas.
“Dan sektor hunian itu berada di jam 7, siap bergerak ke atas. Dan proyek yang sudah berprogres pembangunannya akan lebih bagus, siap menyambut pasar. Artinya saat pasar bergerak maka timing-nya pas,” kata Ferry Salnto dalam seminar dengan tema Bagaimana Pasar properti di Tahun Politik di Alam Sutera, Tangerang, Senin (16/10/2023). Baca juga: Menko Airlangga: Indonesia Telah Menjadi Tujuan Investasi Properti Terbaik di Dunia
Lebih lanjut Ferry menegaskan kondisi properti sebelumnya tertahan karena efek pandemi. Tahun ini mulai bergerak dan perlahan naik. Namun saat ini banyak developer menahan pengembangan proyek baru. Tidak seperti 5-7 tahun lalu pembangunan apartemen cukup masif, terutama hunian vertikal karena saat ini memang harus hati-hati
Terkait potensi pasar apartemen, Ferry menegaskan saat ini investor yang karakternya mencari yield saat ini jumlahnya berkurang sejak 2022. Di mana pasar apartemen didominasi investor, khususnya kelas menengah atas.
“Di tahun 2023, pasarnya beda. Pasar apartemen dari data yang kita lakukan pada kuartal II 2023 lalu didominasi end user, mencapai 54%. Mereka membeli melihat dari progres proyeknya, atau produk sudah jadi, karena ini lebih confident,” lanjutnya.
Selain itu segmen end user, menurut Ferry, membeli karena ada keperluan untuk dihuni, dan sudah saatnya time to buy’s. “Fakta end user ini diperkuat juga data OJK (Otoritas Jasa Keuangan), pada akhir tahun lalu saving dana masyarakat di bank meningkat, dan cukup besar. Nah, ini peluang, bagaiamana bisa megedukasi mereka untuk berinvestasi di properti, meyakinkan mereka meyakinkan mereka memindahkan dananya ke apartemen sebagai investasi yang menguntungkan,” jelasnya.
Lihat Juga :