alexametrics

Paket Besar Kebijakan Ekonomi ke-16 Siap Meluncur Pekan Depan

loading...
Paket Besar Kebijakan Ekonomi ke-16 Siap Meluncur Pekan Depan
Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan paket besar kebijakan ekonomi ke-16 akan diluncurkan pemerintah pekan depan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Paket kebijakan ekonomi ke-16 siap diluncurkan pemerintah pekan depan, dalam upaya meningkatkan minat investasi demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menerangkan, bahwa paket ekonomi yang akan diluncurkan adalah paket besar yang melibatkan semua pihak.

"Kita sedang menyiapkan paket besar, fokus kita di investasi dalam hal kemudahannnya. Mungkin minggu depan akan dilaunching, itu paket 16, jadi secara besar-besaran. Kenapa? Karena menyangkut semua kementerian dan lembaga, semua Pemda, semua kabupaten kota dan provinsi," kata Darmin di kantornya, Selasa (8/8/2017).

(Baca Juga: Dukung 254 Program Strategis, Pemerintah Siapkan Paket Regulasi Baru)

Ia menambahkan fokus dari paket kebijakan ini nantinya adalah percepatan investasi yang masing dianggap beberapa pihak baik dari kalangan masyarakat atau perusahaan berjalan lamban. "Fokusnya mempercepat pelaksanaan investasi, karena keluhannya paling-paling itu. Itu deregulasinya sudah banyak, tapi kok di lapangan masih lambat," pungkasnya.

Seperti diketahui, untuk kuartal selanjutnya, pemerintah menargetkan investasi diharapkan bisa tumbuh 5,8% untuk membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dianggap masih belum begitu baik. Hal ini lantaran pertumbuhannya di kuartal II 2017 tercatat 5,01% atau sama seperti kuartal sebelumnya sehingga di bawah ekspektasi.

Sebelumnya Menko Darmin mengutarakan, paket regulasi kali ini untuk mendukung 254 proyek strategis dan dua program nasional lintas pulau. "Pemerintah sangat serius membangun infrastruktur ekonomi untuk pengembahan industri atau pariwisata. Untuk mempercepatnya, dalam dua pekan ini pemerintah akan mengeluarkan paket regulasi. Regulasi ini berbeda dengan sebelumnya, dimana kali ini fokus untuk sektor perizinan," ujarnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak