Kenaikan Suku Bunga Acuan BI Baru Akan Direspons Perbankan Tahun Depan

Jum'at, 20 Oktober 2023 - 17:43 WIB
loading...
Kenaikan Suku Bunga...
Perbankan baru akan merespons suku bunga BI awal tahun depan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kenaikan suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate (BI7DRRR) menjadi 6% bakal direspons oleh perbankan dengan menaikkan suku bunga kredit pada awal 2024, bukan di akhir tahun ini. Kenaikan BI7DRRR sebesar 25 basis point (bps) menjadi tantangan tersendiri bagi industri keunagan, khususnya perbankan.

Baca juga: Tok! Suku Bunga Acuan BI Naik 25 Bps Jadi 6,00%

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Moch Amin Nurdin mengatakan, perbankan bakal dituntut untuk menjaga pricing gap antara cost of fund (biaya pendanaan) dan cost of borrowin (biaya pinjaman). Terutama untuk kredit jangka panjang yang bunganya dinilai cukup kompetitif saat ini.

Di satu sisi, saat ini perbankan yang menyediakan jasa kredit perumahan juga mempunyai promo-promo menarik yang ditawarkan kepada konsumen. Upaya itu juga menambah kompetitif industri perbankan untuk mencari konsumen atau debitur.

"Tidak serta merta bank ini langsung menaikkan, karena tantangan tersendiri di antara suku bunga yang ketat antarbank, kemudian program program promo khusus KPR bisa ada misalnya flat rate 5 tahun pertama, bunga cukup rendah, setelah itu baru menggunakan bunga yang ada di pasar," ujar Amin saat dihubungi MNC Portal, Jumat (20/10/2023).

Menurutnya, kemungkinan perbankan tidak langsung merespons kenaikan suku bunga acuan BI pada akhir tahun ini. Tapi baru mulai menaikkan suku bunga kreditnya paling tidak pada awal tahun mendatang.

"Kalau kaitannya dengan kenaikan suku bunga BI, dampaknya dengan suku bunga KPR saya kira secara umum bank baru akan menyesuaikan suku bunga di kuartal I-2024 dan ini akan langsung kalau tidak ada perubahan yang signifikan," lanjutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Berita Terkini
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Infografis
Daftar 7 Wakapolda Baru...
Daftar 7 Wakapolda Baru Pilihan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo  
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved