Tahun Ini, TBIG Fokus di Perluasan Jaringan 4G
Rabu, 05 Agustus 2020 - 08:32 WIB
loading...
A
A
A
Tercatat pada periode yang sama, total pinjaman (debt) perseroan, jika pinjaman dalam mata uang dolar Amerika Serikat yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp22,56 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp10,35 triliun. Dengan saldo kas yang mencapai Rp762 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp21,8 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) perseroan menjadi Rp9,59 triliun.
Menggunakan EBITDA kuartal II/2020 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 2,1x dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,8x.
Sementara itu, Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan bisnis TBIG cukup memberikan arus kas yang kuat, didorong oleh kontrak pendapatan yang terlihat dan berulang dari para pelanggan telekomunikasi. Bahkan, dengan pertumbuhan top-line yang kuat dan dividen sebesar Rp606 miliar yang dibayarkan pada bulan Juni, TBIG telah mempertahankan leverage di 4,8x, jauh di bawah covenant obligasi untuk tidak lebih dari 6,25x untuk total pinjaman (pada tingkat lindung nilai utang tersebut) terhadap EBITDA kuartal terakhir yang disetahunkan. (Lihat videonya: Menghindari Tabarakan, Sebuah Mobil Tercebur ke Laut)
“Tingkat suku bunga efektif kami terus menurun dengan obligasi baru dalam mata uang USD dan rupiah yang kami terbitkan dengan suku bunga kompetitif pada awal tahun ini. Kami memiliki likuiditas yang cukup dalam bentuk Fasilitas Pinjaman Revolving yang memungkinkan kami untuk tumbuh secara organik dan anorganik sambil melunasi kewajiban yang timbul atas pinjaman kami. Kami terus mematuhi strategi konservatif untuk melindungi semua utang kami dengan lindung nilai yang sesuai dengan jatuh tempo utang,” tutur Helmy. (Heru Febrianto)
Menggunakan EBITDA kuartal II/2020 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 2,1x dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,8x.
Sementara itu, Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan bisnis TBIG cukup memberikan arus kas yang kuat, didorong oleh kontrak pendapatan yang terlihat dan berulang dari para pelanggan telekomunikasi. Bahkan, dengan pertumbuhan top-line yang kuat dan dividen sebesar Rp606 miliar yang dibayarkan pada bulan Juni, TBIG telah mempertahankan leverage di 4,8x, jauh di bawah covenant obligasi untuk tidak lebih dari 6,25x untuk total pinjaman (pada tingkat lindung nilai utang tersebut) terhadap EBITDA kuartal terakhir yang disetahunkan. (Lihat videonya: Menghindari Tabarakan, Sebuah Mobil Tercebur ke Laut)
“Tingkat suku bunga efektif kami terus menurun dengan obligasi baru dalam mata uang USD dan rupiah yang kami terbitkan dengan suku bunga kompetitif pada awal tahun ini. Kami memiliki likuiditas yang cukup dalam bentuk Fasilitas Pinjaman Revolving yang memungkinkan kami untuk tumbuh secara organik dan anorganik sambil melunasi kewajiban yang timbul atas pinjaman kami. Kami terus mematuhi strategi konservatif untuk melindungi semua utang kami dengan lindung nilai yang sesuai dengan jatuh tempo utang,” tutur Helmy. (Heru Febrianto)
(ysw)
Lihat Juga :