Orang Kaya Pakai Gas Melon, Pengamat: Malu Dong!

Rabu, 05 Agustus 2020 - 10:50 WIB
loading...
Orang Kaya Pakai Gas...
Kelompok masyarakat mampu diminta tak lagi menggunakan elpiji bersubsidi 3 kg yang menjadi hak masyarakat miskin dan pedagang kecil. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Gas elpiji 3 kilogram (kg) yang diperuntukkan bagi kelompok miskin hingga hari ini disinyalir masih banyak digunakan oleh kelompok masyarakat mampu. Akibatnya, kuota gas elpiji 3 kg sering habis di tengah jalan dan akhirnya terjadi kelangkaan.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg ini sebagai masalah klasik. Hal ini menurutnya terus terjadi karena tabung melon yang notabene menjadi hak masyarakat miskin ini juga digunakan oleh kelompok masyarakat mampu.

"Harusnya malu dong! Masyarakat mampu mengambil apa yang menjadi hak masyarakat miskin," ungkap Mamit di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

(Baca Juga: Subsidi Energi Berbasis Orang)

Namun karena tidak ada pembatasan distribusi, kata Mamit, maka masyarakat mampu tetap leluasa mengunakan elpiji bersubsidi ini. Terlebih disparitas harga dengan elpiji nonsubsidi yang masih besar turut mendorong konsumsi gas elpiji bersubsidi oleh mereka yang tak berhak.

Mamit berharap, kelompok masyarakat mampu memiliki kesadaran untuk tidak lagi menggunakan gas elpiji 3 kg karena merugikan kelompok masyarakat miskin. Tak hanya itu, kata Mamit, jika masyarakat mampu tetap bandel menggunakan gas elpiji 3 kg, maka bisa dipastikan kuota yang ditetapkan oleh BPH Migas akan jebol.

"Ujung-ujungnya justru memberatkan Pertamina dan keuangan negara. Setiap kali over (kuota), ini menjadi tanggungan Pertamina. Sementara ketika kuota jebol dan terpaksa ditambah oleh Pertamina, belum tentu juga diganti pemerintah karena masih perlu dihitung selisihnya dan tergantung audit BPK," jelas Mamit.

Mamit memperkirakan, jika beban subsidi naik terus, keuangan negara pun akan terganggu. Apalagi, saat ini 70% elpiji masih impor. Jika subsidi naik terus, defisit transaksi berjalan dipastikan makin tinggi.

(Baca Juga: Sri Mulyani Akan Ubah Mekanisme Subsidi Listrik dan Elpiji)

"Karena itu perlu adanya kebijakan dalam mengendalikan elpiji 3 kg yang salah satunya adalah distribusi tertutup. Ini lebih jelas asalkan datanya benar sehingga tepat sasaran. Tapi jangan sampai ada kesalahan data. Salah satu kelemahan kita adalah akurasi data," tandasnya.

Terkait dengan itu, Mamit menilai Pertamina bisa memanfaatkan agen sebagai penyalur resmi saat mengadakan operasi pasar. "Agen ini pasti mempunyai gudang, jadi operasi pasar yang dilakukan oleh Pertamina dilakukan di gudang-gudang milik agen. Batasi satu orang hanya berhak dengan satu tabung elpiji 3 kg, bahkan jika bisa mereka menunjukan KTP agar tidak dobel dalam satu kepala keluarga," paparnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Rupiah Jeblok ke Rekor...
Rupiah Jeblok ke Rekor Terendah, Ekonomi RI dalam Bahaya?
Minyak Jelantah Buangan...
Minyak Jelantah Buangan Dapur MBG Bakal Diolah Pertamina, Capai 6 Juta Liter di Pulau Jawa
DME Pengganti Elpiji,...
DME Pengganti Elpiji, Jalan Keluar Impor Energi atau Beban Baru APBN?
Bahlil: Indonesia Bisa...
Bahlil: Indonesia Bisa Setop Impor LPG jika Sudah Pakai CNG 3 Kg
Menakar Risiko Besar...
Menakar Risiko Besar Menahan Harga BBM Terlalu Lama: Beban Fiskal Makin Berat
Diduga Tabung Gas Meledak,...
Diduga Tabung Gas Meledak, Penghuni Rumah di Tambora Dilarikan ke Rumah Sakit
MT Gamsunoro, Skema...
MT Gamsunoro, Skema Pengoperasian Kapal dan FoC
Mendiktisaintek Ungkap...
Mendiktisaintek Ungkap Prabowo Instruksikan Kampus Cari Alternatif untuk Kurangi Ketergantungan Elpiji
Rekomendasi
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved