Pakai APBN, Bagi-bagi 500 Ribu Unit Rice Cooker Gratis Dikebut

Senin, 23 Oktober 2023 - 18:50 WIB
loading...
Pakai APBN, Bagi-bagi...
Pendistribusian 500 ribu unit Alat Makan berbasis Listrik (AML) atau rice cooker gratis ditargetkan rampung pada Desember 2023, lantaran menggunakan APBN. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pendistribusian 500 ribu unit Alat Makan berbasis Listrik (AML) atau rice cooker gratis ditargetkan rampung pada Desember 2023. Hal itu dikatakannya lantaran program ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) 2023.

"Kami masih bekerja keras supaya distribusi 500 ribu unit rice cooker di seluruh Indonesia selesai di pertengahan atau akhir Desember 2023. Karena ini kan menggunakan APBN 2023," ujar Sekretaris Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana ketika ditemui di Kementerian ESDM , Jakarta, Senin (23/10/2023).

Baca Juga: Bagi-bagi Rice Cooker Masih Tuai Pro Kontra, Menteri ESDM Pastikan Jalan Tahun Ini

Dadan menuturkan, untuk saat ini program pembagian rice cooker itu sudah masuk dalam tahap verifikasi data calon penerima. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, data calon penerima AML ini nantinya diberikan oleh PT PLN dan PLN Batam kepada Kementerian ESDM.

"Kita akan verifikasi, sekarang tahapan verifikasi sudah jalan. Usulan daerah masuk verifikasi dilakukan bersamaan, pengadaan dilakukan sekarang, di akhir bulan ini harapannya mudah-mudahan seluruh proses verifikasi selesai," tuturnya.

Baca Juga: Pengadaan Rice Cooker Gratis, Kementerian ESDM Pakai Uang APBN Rp347,5 Miliar

Dikatakan Dadan, saat ini proses pengadaan juga sudah mulai berjalan dengan menggunakan sistem lelang cepat melalui e-katalog. Namun ia tidak menyebutkan secara detail mengenai perusahaan yang telah mengikuti lelang sebab katanya basis pemilihan ini berdasarkan harga.

Ia menuturkan, dalam proses lelang ini pihaknya juga berkoordinasi dengar Kementerian Perindustrian yang lebih mengetahui kondisi industri pemasok rice cooker ini. Namun Dadan mengaku, tidak ingin menyebutkan merek khusus dari rice cooker yang akan dibagikan tersebut.

"Merek sih kita gak mungkin sebut merek, karena itu uang APBN, spesifikasinya, kuncinya sudah punya SNI, tanda label hemat energi, jadi barang yang berkualitas kapasitas sesuai yang ada di Permen yaitu 1,8-2,2 liter," paparnya.

Dikatakan Dadan, proses pengadaan ini akan sepaket dengan pengiriman. Sehingga ketika unit tersebut sudah sampai di penema, barulah kemudian pihaknya akan membayar ke perusahaan yang bersangkutan.

"Pengadaan sudah mulai selesai, kan pengadaan tidak satu paket dan ini pengadaan termasuk dengan pengiriman. Jadi mereka itu akan dibayar kalau udh keterima di penerimanya," sambungnya.

Dadan pun menekankan, bahwa sejatinya rencana pembagian rice cooker gratis ini sudah mulai berjalan. Namun implementasinya masih harus melalui beberapa tahapan yang dimulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan baru tahap distribusi.

"Sebelum distribusi itu penerimanya siapa, verifikasi siapa penerimanya itu juga akan kita lakukan. Jangan-jangan saya masuk list nanti diversifikasi oh gak layak, yang diusulkan belum ada jaringan PLN-nya (itu juga) buat apa," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
Gerindra Sebut Bantuan...
Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah, Pernah Dilakukan pada Era Jokowi
Rekomendasi
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved