Permintaan Minyak Global Diramalkan Capai Puncaknya Dekade Ini
Rabu, 25 Oktober 2023 - 03:05 WIB
loading...
A
A
A
Permintaan minyak di industri petrokimia, penerbangan dan perkapalan akan terus meningkat hingga 2050. Akan tetapi hal itu tidak cukup mengimbangi permintaan yang lebih rendah dari transportasi di tengah "kenaikan luar biasa dalam penjualan kendaraan listrik," kata IEA.
China yang selama bertahun-tahun mendorong pertumbuhan konsumsi minyak mentah global, akan melihat nafsu makannya melemah selama beberapa tahun ke depan, dengan total konsumsi menurun dalam jangka panjang, menurut laporan itu.
Konsumsi minyak global akan mengikuti jalur yang sama dengan permintaan hidrokarbon lainnya. "Kami berada di jalur untuk melihat semua bahan bakar fosil memuncak sebelum 2030," kata IEA.
Ini adalah pertama kalinya semua skenario yang disusun oleh badan yang berbasis di Paris untuk pasar energi global menunjukkan penurunan jangka pendek dalam konsumsi hidrokarbon. Kasus dasar IEA itu mencerminkan, kebijakan energi yang saat ini dialami oleh pemerintah di seluruh dunia dan konsekuensi berkelanjutan dari krisis energi tahun lalu.
Skenario kedua IEA, yang mengasumsikan semua pemerintah memenuhi janji energi dan iklim mereka secara penuh dan tepat waktu. Diprediksi permintaan minyak global memuncak pada level 93 juta barel per hari pada tahun 2030, dengan penurunan menjadi 55 juta barel per hari pada tahun 2050.
Yang ketiga, skenario nol emisi di mana pemanasan global dibatasi hingga 1,5C, akan membuat permintaan global jatuh menjadi 77 juta barel per hari pada tahun 2030 dan hanya di bawah 25 juta barel per hari pada tahun 2050.
China yang selama bertahun-tahun mendorong pertumbuhan konsumsi minyak mentah global, akan melihat nafsu makannya melemah selama beberapa tahun ke depan, dengan total konsumsi menurun dalam jangka panjang, menurut laporan itu.
Konsumsi minyak global akan mengikuti jalur yang sama dengan permintaan hidrokarbon lainnya. "Kami berada di jalur untuk melihat semua bahan bakar fosil memuncak sebelum 2030," kata IEA.
Ini adalah pertama kalinya semua skenario yang disusun oleh badan yang berbasis di Paris untuk pasar energi global menunjukkan penurunan jangka pendek dalam konsumsi hidrokarbon. Kasus dasar IEA itu mencerminkan, kebijakan energi yang saat ini dialami oleh pemerintah di seluruh dunia dan konsekuensi berkelanjutan dari krisis energi tahun lalu.
Skenario kedua IEA, yang mengasumsikan semua pemerintah memenuhi janji energi dan iklim mereka secara penuh dan tepat waktu. Diprediksi permintaan minyak global memuncak pada level 93 juta barel per hari pada tahun 2030, dengan penurunan menjadi 55 juta barel per hari pada tahun 2050.
Yang ketiga, skenario nol emisi di mana pemanasan global dibatasi hingga 1,5C, akan membuat permintaan global jatuh menjadi 77 juta barel per hari pada tahun 2030 dan hanya di bawah 25 juta barel per hari pada tahun 2050.
Cengkraman OPEC
Proses dekarbonisasi ekonomi global "akan menjadi proses yang panjang dan produsen bahan bakar fosil masih tetap krusial" di tahun-tahun mendatang, menurut laporan itu.Lihat Juga :