Soal Rencana Divestasi Saham di BSI, Bos BRI: Tidak Mendesak
Kamis, 26 Oktober 2023 - 20:25 WIB
loading...
Direktur Utama BRI, Sunarso buka-bukaan soal rencana divestasi saham di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Rencana PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI (BBNI) melakukan divestasi saham nya di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dipandang tidak mendesak. Sekalipun aksi korporasi itu harus dilakukan.
Baca Juga: Kualitas Penyaluran Kredit BRI Makin Sehat, Semester I Capai Rp1.202,1 T
Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan, pelepasan saham di BSI bertujuan mengoptimalisasikan portofolio perusahaan saja. Sehingga tidak harus dilakukan secara terburu-buru atau sesegera mungkin.Dia juga memastikan, divestasi saham harus berdampak positif bagi kinerja BRI hingga penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang maksimal.
"Mendesak tidak divestasi? Saya jawab tidak mendesak, karena ini bagian optimalisasi portofolio. Kita tetap fokus dua hal, value harus optimal dan maksimal, lalu GCG harus terpenuhi," ujar Sunarso saat 'Ngopi BUMN', Kamis (26/10/2023).
Baca Juga: Laba BRI Naik 18,83% Tembus Rp29,56 Triliun di Semester I 2023, Berikut Penopangnya
"Tidak ada keterpaksaan waktu, buru-buru, yang kita cari value harus maksimal dan GCG harus terpenuhi. Kita tidak mau melanggar yang dua itu," lanjut dia.
Adapun komposisi pemegang saham BSI terdiri atas PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 50,83%, BNI 24,85%, BRI 17,25%. Sisanya adalah pemegang saham yang masing-masing di bawah 5%.
Baca Juga: Kualitas Penyaluran Kredit BRI Makin Sehat, Semester I Capai Rp1.202,1 T
Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan, pelepasan saham di BSI bertujuan mengoptimalisasikan portofolio perusahaan saja. Sehingga tidak harus dilakukan secara terburu-buru atau sesegera mungkin.Dia juga memastikan, divestasi saham harus berdampak positif bagi kinerja BRI hingga penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang maksimal.
"Mendesak tidak divestasi? Saya jawab tidak mendesak, karena ini bagian optimalisasi portofolio. Kita tetap fokus dua hal, value harus optimal dan maksimal, lalu GCG harus terpenuhi," ujar Sunarso saat 'Ngopi BUMN', Kamis (26/10/2023).
Baca Juga: Laba BRI Naik 18,83% Tembus Rp29,56 Triliun di Semester I 2023, Berikut Penopangnya
"Tidak ada keterpaksaan waktu, buru-buru, yang kita cari value harus maksimal dan GCG harus terpenuhi. Kita tidak mau melanggar yang dua itu," lanjut dia.
Adapun komposisi pemegang saham BSI terdiri atas PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 50,83%, BNI 24,85%, BRI 17,25%. Sisanya adalah pemegang saham yang masing-masing di bawah 5%.
Lihat Juga :