BEI Sukses Terapkan Papan Pemantauan Khusus Tahap I, Ini Manfaatnya

Kamis, 26 Oktober 2023 - 19:51 WIB
loading...
BEI Sukses Terapkan...
BEI terus berusaha meningkatkan efisiensi dan likuiditas pasar dalam perdagangan saham. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia ( BEI ) telah berhasil mengimplementasikan papan pemantauan khusus tahap I hybrid call auction. Sistem itu menggabungkan mekanisme perdagangan call auction dengan perdagangan continuous auction untuk saham yang memenuhi kriteria tertentu.

Baca juga: Mendekatkan Masyarakat ke Pasar Modal, Capital Market and Expo Summit 2023 Dibuka

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, mengatakan, papan pemantauan khusus tahap I adalah salah satu inisiatif terbaru dari BEI yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan likuiditas pasar . Bahkan, memberikan informasi harga yang lebih baik kepada para pelaku pasar dan investor.

“Dengan adanya implementasi papan pemantauan khusus tahap I memang untuk mendukung efisiensi dan likuiditas pasar,” ujar Nico, Kamis (26/10/2023).

Dia mengatakan implementasi papan pemantauan khusus tahap I juga telah mendorong peningkatan aktivitas transaksi dan meningkatkan kualitas informasi harga ketika saham-saham tersebut masuk ke dalam papan pemantauan khusus.

“Hal ini memberikan peluang bagi pelaku pasar dan investor untuk mengembangkan strategi yang lebih baik dan membuat keputusan yang lebih cerdas terkait saham-saham yang terdaftar di papan ini,” imbuhnya.

Di sisi lain, lanjut Nico, sebagai bagian dari anggota bursa (AB), pihaknya harus tunduk pada peraturan yang ada, namun tetap perlu memahami pandangan investor yang memiliki sudut pandang tersendiri terhadap peraturan tersebut.

Dia menekankan pentingnya proses sosialisasi yang efektif dalam menyampaikan peraturan mengenai papan pemantauan khusus kepada para pemangku kepentingan. Diketahui, BEI tengah mempersiapkan papan pemantauan khusus tahap II full call auction.

"Kami perlu memahami bahwa perspektif investor dapat beragam, dan tidak semua investor mungkin akan menerimanya dengan baik. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan agar sosialisasi terus dijalankan dengan maksimal, sehingga pesan dan tujuan dari peraturan ini dapat tersampaikan dengan jelas kepada seluruh investor. Jika sosialisasi tidak berjalan dengan baik, akan ada persepsi yang berbeda di pasar terkait dengan peraturan ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan, evaluasi papan pemantauan khusus tahap I mengungkap hasil yang sangat positif. Terdapat peningkatan aktivitas transaksi saham papan pemantauan khusus yang diperdagangkan secara call auction. Peningkatan tersebut terjadi pada frekuensi, nilai transaksi dan volume transaksi harian dengan masing-masing peningkatan sebesar 434%, 3.446%, dan 40.099%.

Baca juga: 16 Guru Besar Bidang Hukum Ramai-ramai Minta Anwar Usman Dipecat

“Sedangkan untuk saham papan pemantauan khusus yang diperdagangkan secara continuous auction, terdapat penurunan volatilitas harga setelah dua bulan implementasi tersebut. Hal ini ditandai dengan data penurunan standar deviasi pergerakan harian sebesar 45%,” ujar Jeffrey.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Kota Bontang Buktikan...
Kota Bontang Buktikan Daya Tarik Investasi, Sinyal Positif bagi Investor Baru
Rekomendasi
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Berita Terkini
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved