BEI: Lonjakan Suku Bunga BI Bisa Gerus Minat Investasi Saham

Jum'at, 27 Oktober 2023 - 13:45 WIB
loading...
BEI: Lonjakan Suku Bunga...
BEI memberikan perhatian khusus terhadap tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Lonjakan suku bunga acuan di tingkat domestik maupun internasional menjadi perhatian khusus bagi Bursa Efek Indonesia (BEI). Keputusan Bank Indonesia mengerek BI Rate sebesar 6 persen dikhawatirkan dapat berdampak terhadap minat investasi saham, sehingga dikhawatirkan berimbas terhadap rata-rata nilai transaksi harian (RNTH).

"Kenaikan suku bunga ini kan mengakibatkan kupon obligasi dari pemerintah itu naik, sehingga secara otomatis minat terhadap instrumen saham turun," kata Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik saat ditemui di sela acara Capital Market & Summit Expo (CMSE) 2023, Kamis (26/10/2023).

Baca Juga: BI Kerek Suku Bunga 6% Hambat Investasi Rp1.400 Triliun Tahun Ini

Dari luar negeri, bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve juga telah mengerek bunga acuan beberapa waktu lalu. Terbaru, lembaga pimpinan Jerome Powell ini juga diramal bakal menaikkan bunga acuan sekali lagi sebesar 25 bps pada pertemuan November mendatang.

Kabar ini mendorong yield treasury AS dengan jangka waktu 10 tahun menyentuh angka tertingginya. Peningkatan yield atau kupon obligasi merupakan cerminan pelaku pasar terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga. Investor dinilai mulai beralih ke instrumen surat utang yang memiliki risiko rendah. "Masyarakat akan lebih memilih untuk berinvestasi di instrumen pasar modal yang lain seperti obligasi," papar Jeffrey.

Diketahui BEI mematok RNTH akhir tahun di level Rp10,75 triliun. Hal ini dipandang cukup realistis melihat kondisi makro saat ini. "Kita tahu kondisi luar masih belum kondusif," kata Direktur Utama BEI Iman Rachman di acara CSME.

Secara umum bursa masih cukup optimis memandang ekonomi nasional tahun depan. Sejumlah target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2024 ditetapkan masih dalam mode kehati-hatian.

Baca Juga: Tok! Suku Bunga Acuan BI Naik 25 Bps Jadi 6,00%

Tiga hal yang menjadi fokus bursa adalah pendalaman pasar (market deepening), perlindungan investor (investor protection), dan konektivitas dan sinergi regional (regional synergy and connectivity). Bursa juga bakal secara aktif menarik perusahaan tercatat baru dari sektor New Economy, Start-Up, dan Renewable Energy.

"Penggunaan asumsi dalam penyusunan RKAT 2024, masih tetap cautiously optimistic dengan memperhatikan aktivitas perdagangan pada tahun 2023, serta kondisi perekonomian global pada tahun mendatang," terang BEI.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved