Ternyata! Beras Masih Mahal, Bulog hanya Mampu Tahan Harga Naik

Rabu, 01 November 2023 - 15:01 WIB
loading...
Ternyata! Beras Masih...
Para pedagang mengeluhkan masih mahalnya harga beras. Foto/IkhsanPermana/MPI
A A A
JAKARTA - Sejumlah pedagang beras di Pasar Ciracas, Jakarta Timur, mengeluhkan harga beras yang tinggi dan tak kunjung mengalami penurunan. Salah seorang pedagang bernama Ciko mengatakan, kenaikan harga beras sudah berlangsung sejak 6 bulan yang lalu dan hingga saat ini belum terjadi penurunan harga.

Baca juga: Harga Beras Premium Makin Mahal, Selama Oktober 2023 Naik 3,65%

"Tingginya udah hampir setengah tahun, belum ada turun, malah semakin naik," kata Ciko kepada MPI, Rabu (1/11/2023).

Ciko mengungkapkan, kenaikan harga beras berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 dari harga normal. Beras medium misalnya, dari biasanya hanya dijual Rp9.000 per kg kini dijual Rp11.000 per kg.

"Beras premium sekarang bisa Rp15.000, Rp14.000, masih tinggi, normal biasanya Rp12.000, Rp13.000," ungkapnya.

Senada dengan Ciko, pedagang lain bernama Sarno menyatakan, harga beras bertahan di level yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan biasanya. "Masih mahal, belum ada tanda-tanda untuk turun. Cuma istilahnya bertahan stabil mahalnya, karena ada pasokan Bulog," ujar Sarno.

Dia berharap pemerintah segera punya solusi untuk bisa menurunkan harga beras. Sebab menurutnya hadirnya beras Bulog hanya mampu menahan harga, namun tidak mampu mendorong penurunan.

"Harapan saya ya jelas, biar harga turun, kualitas bagus, jadi biar istilahnya pedagang juga enak, masyarakat juga enak. Kalau kayak gini kan istilahnya jelas ngurangin banget omzet," tuturnya.

Gara-gara mahalnya harga beras, Sarno mengaku omzetnya mengalami penurunan hingga 30% dalam waktu beberapa bulan terakhir. "Jelas ngurangin banget omzet. Banyaklah kalau bicara turun omzet sekitar 20%-30%," ungkap Sarno.

Sarno menjelaskan, tingginya harga beras membuat masyarakat khususnya para pedagang makanan menurunkan volume pembelian. "Orang yang jualan juga belinya terbatas. Contoh misalnya ada yang suka beli 10 liter sekarang beli 5 liter, otomatis kan ngurangin omzet kita juga," ujarnya.

Baca juga: MKMK Diminta Tak Berselingkuh dengan Kekuatan Politik Tertentu

Ia berharap pemerintah bisa tanggap dalam menghadapi permasalahan harga beras sebab menurutnya, mahalnya harga beras sudah berlangsung sejak lama.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Dampak Perang Iran,...
Dampak Perang Iran, Harga Beras Asia Cetak Rekor Tertinggi dalam Dua Tahun
Dorong Ketahanan Pangan,...
Dorong Ketahanan Pangan, Asuransi Jasindo Gelar Program Pengembangan Beras Sehat di Karawang
Harga Tepung Beras Melonjak,...
Harga Tepung Beras Melonjak, Pelaku UMKM Kini Tertekan
Surplus Beras 13%, Indonesia...
Surplus Beras 13%, Indonesia Buka Keran Ekspor ke Arab Saudi dan Papua Nugini
Pedagang Korban Tertabrak...
Pedagang Korban Tertabrak Mobil SPPG di Bekasi Meninggal Dunia
Sopir Pajero yang Kabur...
Sopir Pajero yang Kabur usai Tabrak Pedagang di Jaktim Ditangkap
Tabrak Pedagang Buah...
Tabrak Pedagang Buah di Jaktim, Pengemudi Pajero Kabur
Rekomendasi
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Perang lawan Rusia,...
Perang lawan Rusia, Ukraina hanya Mampu Bertahan 15 Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved