PDB Sektor Pertanian Kian Perkasa Kala Pertumbuhan Ekonomi Terkulai

Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:22 WIB
loading...
PDB Sektor Pertanian...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis PDB sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020 yang mengalami penurunan sebesar 4,19% (Q to Q) dan secarayear on year(yoy) turun 5,32%. PDB pertanian tumbuh 16,24% pada triwulan-II 2020 (q to q) dan bahkan secara yoy, sektor pertanian tetap berkontribusi positif, yakni tumbuh 2,19%.

Selain sektor pertanian, sektor lain yang mencatatkan pertumbuhan positif, yakni informasi dan komunikasi sebesar 3,44% dan pengadaan air 1,28%. Pertumbuhan PDB sektor pertanian bisa mencapai 2,19% yoy pada kuartal II/2020 tersebut karena ditopang subsektor tanaman pangan yang tumbuh paling tinggi yakni sebesar 9,23%.

Pengamat Pertanian, Prof. Bustanul Arifin, menilai pertumbuhan positif sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan, selain karena pergeseran musim tanam, juga karena di tengah pandemi pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus bekerja bersama dengan petani. Di tengah pandemi, Kementan terus gencar memberikan bantuan dan pendampingan sehingga aktivitas pertanian terus memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional karena produksi pangan tidak ada masalah.

"Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang sebenarnya tidak terdampak oleh pandemi. Hal ini tentu juga ditopang oleh keberpihakan pemerintah yang terus menyalurkan bantuan dan pendampingan kepada petani. Upaya peningkatan produksi terus dilakukan Kementerian Pertanian, salah satunya saat ini ada fasilitas KUR. Petani tidak lagi dimanjakan dengan bantuan, tapi sudah mengarah ke sesuatu yang mandiri,” demikian ujar Bustanul di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Oleh karena itu, Bustanul mengatakan tingginya kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan-II 2020 ini karena produktivitas pertanian khususnya tanaman pangan yang membaik sehingga walaupun hadirnya pandemi tidak memberikan dampak buruk pada sektor pertanian. Apalagi, orientasinya tidak hanya pada produksi namun juga pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor pertanian.

“Untuk itu, ke depan pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan para petani sehingga persediaan pangan juga tercukupi dalam suasana pandemi. Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dan menentukan, baik dalam soal pangan maupun ekonomi. Jika pemerintah ingin meningkatkan bobot pertumbuhan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan, sektor pertanian adalah kuncinya,” tuturnya.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pusat , Winarno Tohir, mengatakan bahwa pertumbuhan positif sektor pertanian tidak lepas dari upaya Kementan melakukan terobosan pangan di masa pandemi. Menurutnya, program pengembangan pangan pokok dan lokal yang menjadi strategi penyediaan pangan dinilai sangat sesuai dengan kondisi sekarang dan Kementan kini gencar melaksanakan program tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serapan Bulog Naik 2.000...
Serapan Bulog Naik 2.000 Persen, Hensa: Memang Dingin Tangan Mentan Amran
Melihat Peluang Sektor...
Melihat Peluang Sektor Hilirisasi Pertanian-Perkebunan di Bunex 2024
Pertanian Tumbuh 14,2%...
Pertanian Tumbuh 14,2% di Kuartal II, Mentan SYL: Semangat Tani Kita Cukup Baik
Minus di Kuartal I,...
Minus di Kuartal I, Pejabat Kemenkeu Optimistis Ekonomi Akan Meroket hingga 8% di Kuartal II
Ekonomi RI Minus di...
Ekonomi RI Minus di Kuartal I, Menko Airlangga: Menuju Tren Positif
Ekonomi Masih Minus,...
Ekonomi Masih Minus, Sri Mulyani: Pemerintah Tidak Boleh Terlena
Peran Pemulia Tanaman...
Peran Pemulia Tanaman Kunci Ketahanan Pangan Nasional
Hari Pangan Sedunia,...
Hari Pangan Sedunia, 25 Petani Inspiratif Raih Penghargaan Master Panen 2025
Wujudkan Swasembada...
Wujudkan Swasembada Pangan, Mentan Dorong Petani Milenial Terapkan Teknologi Modern
Rekomendasi
Makin Hemat! ShopeePay...
Makin Hemat! ShopeePay Rilis Kampanye Pulsa & PLN Pasti Murah untuk Penuhi Kebutuhan Harianmu
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 2 Digelar di PN Jaksel 10 Juli 2026
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved