Industri Sawit Sumbang Devisa Rp327 Triliun hingga Agustus 2023
Kamis, 02 November 2023 - 13:56 WIB
loading...
A
A
A
"Kami memperkirakan, harga baru akan bullish pada 2024 karena beberapa faktor salah satunya El Nino yang kami alami tahun ini akan mempengaruhi produksi tahun depan," kata dia.
Lebih lanjut, El Nino tahun ini juga diperkirakan akan mempengaruhi produksi tahun depan meskipun pemerintah menerapkan mandatori B35 dan peningkatan konsumsi pangan. Belum lagi, penurunan harga minyak sawit global yang dipicu melemahnya daya beli akibat perlambatan ekonomi di berbagai negara dan melimpahnya stok di negara-negara produsen.
"Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar mengalami stagnasi produksi dalam beberapa tahun terakhir juga akibat lambatnya kemajuan dalam penanaman kembali oleh petani kecil," kata dia.
Baca Juga: Cadangan Devisa RI Turun Jadi USD134,9 Miliar, Dipakai Buat Bayar Utang
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Gapki, M Hadi Sugeng memproyeksikan produksi tahun ini tumbuh tipis di kisaran 5-10% CPO dan Crude Palm Karnel Oil. "Di kuartal III 2023 ini kemungkinan kita akan stagnasi produksi," jelasnya.
Lebih lanjut, El Nino tahun ini juga diperkirakan akan mempengaruhi produksi tahun depan meskipun pemerintah menerapkan mandatori B35 dan peningkatan konsumsi pangan. Belum lagi, penurunan harga minyak sawit global yang dipicu melemahnya daya beli akibat perlambatan ekonomi di berbagai negara dan melimpahnya stok di negara-negara produsen.
"Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar mengalami stagnasi produksi dalam beberapa tahun terakhir juga akibat lambatnya kemajuan dalam penanaman kembali oleh petani kecil," kata dia.
Baca Juga: Cadangan Devisa RI Turun Jadi USD134,9 Miliar, Dipakai Buat Bayar Utang
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Gapki, M Hadi Sugeng memproyeksikan produksi tahun ini tumbuh tipis di kisaran 5-10% CPO dan Crude Palm Karnel Oil. "Di kuartal III 2023 ini kemungkinan kita akan stagnasi produksi," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :