Modal Asing Lari ke Luar, Sri Mulyani Optimistis Ekonomi RI Tetap Berlari ke 5,1%

Jum'at, 03 November 2023 - 11:14 WIB
loading...
Modal Asing Lari ke...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, tekanan inflasi masih akan tinggi untuk beberapa waktu ke depan. Selain itu perkembangan global memicu capital outflow ke negara maju. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, tekanan inflasi masih akan tinggi untuk beberapa waktu ke depan. Ia juga menegaskan, bahwa hasil koordinasi dan sinergi antar anggota Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) akan terus diperkuat.

"Pertumbuhan ekonomi global melambat dengan adanya ketidakpastian yang meningkat tinggi, disertai divergensi pertumbuhan antar negara yang makin melebar," ujar Sri dalam Konferensi Pers KSSK di Jakarta, Jumat (3/11/2023).

Baca Juga: Ganjar-Mahfud Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 7%, Ekonom: Bisa Lebih

Sebelumnya IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2023 mencapai 3%, dan melambat pada 2024 menjadi 2,9%. Ekonomi AS pada tahun 2023 masih menunjukkan pertumbuhan kuat ditopang konsumsi rumah tangga dan sektor jasa.

Sementara itu, perekonomian China menunjukkan perlambatan dipengaruhi perlemahan konsumsi dan krisis di sektor properti. Baca Juga:AS Selamat dari Resesi, Ekonomi Melesat 4,9% di Kuartal III 2023

"Tekanan inflasi diperkirakan masih tinggi. Hal ini dipicu kenaikan harga energi dan pangan akibat eskalasi konflik geopolitik, terjadinya fragmentasi ekonomi, dan terjadinya fenomena El Nino," ucap Sri.

Suku bunga moneter di negara maju termasuk Fed Fuds Rate, diperkirakan masih tetap berada di level tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (higher for longer).

Kenaikan suku bunga diperkirakan dikuti kenaikan yield obligasi tenor jangka panjang di negara-negara maju khususnya obligasi pemerintah AS akibat peningkatan kebutuhan pembiayaan pemerintah AS dan adanya premi risiko jangka panjang (term premia).

Perkembangan ini memicu capital outflow ke negara maju dan ini mendorong penguatan signifikan mata uang dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia.

"Perekonomian Indonesia diperkirakan tetap terjaga, tumbuh baik, berdaya tahan. Konsumsi swasta diperkirakan tumbuh kuat sejalan dengan indikator keyakinan konsumen yang masih tinggi, terkendalinya inflasi, dan aktivitas terkait penyelenggaraan pemilu," jelas Sri.

Pecepatan belanja APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) diharapkan dapat mendorong konsumsi pemerintahan dan menjaga daya beli masyarakat. Investasi bangunan dan non bangunan memasuki tren peningkatan seiring dengan kemajuan penyelesaian proyek strategis nasional (PSN).

Pada sisi lain, sebagaimana dialami banyak negara, aktivitas ekspor nasional mengalami perlemahan sejalan dengan melemahnya perekonomian global. Meski pertumbuhan ekonomi, nasional ke depan diperkirakan tetap terjaga kuat.

" Pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan pada tingkat 5,1%," tandas Sri.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Hotman Paris Sindir...
Hotman Paris Sindir Mantan yang Pamer Pasangan Baru, Sindir Sarwendah?
Drama di Akhir Laga,...
Drama di Akhir Laga, Ghana Tekuk Panama 1-0
Kolombia Susah Payah...
Kolombia Susah Payah Tumbangkan Uzbekistan
Berita Terkini
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Infografis
Prabowo ke Luar Negeri,...
Prabowo ke Luar Negeri, Indonesia Dipimpin Gibran selama Dua Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved