Mengulik Langkah TSE Group Bagi Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia
Jum'at, 03 November 2023 - 14:32 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan Solusi Atasi Meningkatnya Permintaan
Komitmen TSE Group untuk mematuhi regulasi di Indonesia salah satunya dibuktikan melalui Net Zero Emission, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan berkontribusi terhadap target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia yang menegaskan komitmennya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030 dengan upaya sendiri atau sebesar 41% dengan dukungan internasional.
Langkah konkrit TSE Group dalam mendukung pemerintah mencapai NDC adalah dengan membangun pembangkit listrik tenaga biogas yang berkontribusi pada pengurangan gas rumah kaca dengan mencegah pelepasan gas metana ke atmosfer. Pembangkit listrik tenaga biogas merupakan solusi mengatasi jejak karbon perkebunan kelapa sawit dari gas metana yang dihasilkan dari limbah cair (POME).
Seperti dipaparkan Luwy, selain membangun pembangkit listrik tenaga biogas, TSE Group juga menggantikan penggunaan pupuk kimia dengan pupuk organik dari tandan kosong dan cangkang sawit. Pupuk kimia merupakan sumber emisi terbesar kedua setelah limbah cair karena mengeluarkan nitrogen oksida selama proses produksi dan penggunaannya berdampak pada pemanasan global 300 kali lipat dari karbon dioksida.
Lebih lanjut, saat ini TSE Group telah membeli fasilitas dan sedang melakukan penelitian untuk memproduksi biochar. Biochar adalah bentuk karbon yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama melalui proses pirolisis produk sampingan nabati yang diproduksi dalam jumlah besar di perkebunan kelapa sawit.
Komitmen TSE Group untuk mematuhi regulasi di Indonesia salah satunya dibuktikan melalui Net Zero Emission, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan berkontribusi terhadap target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia yang menegaskan komitmennya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030 dengan upaya sendiri atau sebesar 41% dengan dukungan internasional.
Langkah konkrit TSE Group dalam mendukung pemerintah mencapai NDC adalah dengan membangun pembangkit listrik tenaga biogas yang berkontribusi pada pengurangan gas rumah kaca dengan mencegah pelepasan gas metana ke atmosfer. Pembangkit listrik tenaga biogas merupakan solusi mengatasi jejak karbon perkebunan kelapa sawit dari gas metana yang dihasilkan dari limbah cair (POME).
Seperti dipaparkan Luwy, selain membangun pembangkit listrik tenaga biogas, TSE Group juga menggantikan penggunaan pupuk kimia dengan pupuk organik dari tandan kosong dan cangkang sawit. Pupuk kimia merupakan sumber emisi terbesar kedua setelah limbah cair karena mengeluarkan nitrogen oksida selama proses produksi dan penggunaannya berdampak pada pemanasan global 300 kali lipat dari karbon dioksida.
Lebih lanjut, saat ini TSE Group telah membeli fasilitas dan sedang melakukan penelitian untuk memproduksi biochar. Biochar adalah bentuk karbon yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama melalui proses pirolisis produk sampingan nabati yang diproduksi dalam jumlah besar di perkebunan kelapa sawit.
Lihat Juga :