Ada Ketelitian dan Konsistensi di Balik Rasa Teh Berkualitas

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:17 WIB
loading...
Ada Ketelitian dan Konsistensi...
Kualitas teh dimulai dari perkebunan, lewat pemilihan daun teh muda, ketelitian tangan terampil, hingga proses yang menjaga rasa dan aroma tetap konsisten. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Teh telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Menyuguhkan teh kepada tamu menjadi simbol keramahan yang lekat dalam keseharian berbagai keluarga Indonesia.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) BPS 2023 – 2024 juga menunjukkan bahwa teh merupakan minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia setelah air putih. Tidak heran jika setiap 21 Mei, peringatan Hari Teh Internasional turut menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang teh, mulai dari perkebunan hingga akhirnya hadir dalam keseharian masyarakat di Indonesia.

Kebiasaan mengonsumsi teh juga tercermin dalam riset Roy Morgan (Single Source - Indonesia), yang menunjukkan bahwa teh menjadi salah satu kebutuhan rutin rumah tangga Indonesia dan tersedia di 95% - 97% dapur keluarga. Hal tersebut membuktikan bahwa teh tidak hanya dikonsumsi sebagai minuman sehari hari, tetapi juga telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat lintas generasi.

Kualitas Teh Terbaik Ditentukan oleh Sumbernya

Tidak semua teh diproses melalui cara pengolahan yang sama. Dalam dunia teh, kualitas tidak hanya ditentukan saat proses pengolahan berlangsung, tetapi sudah dibentuk sejak daun teh muda masih berada di perkebunan. Mulai dari kondisi alam, kegiatan pemeliharaan tanaman, cara pemetikan, hingga penanganan setelah panen menjadi faktor penting yang menentukan karakter akhir teh yang dihasilkan.

Baca Juga: Profil Soegiharto Sosrodjojo, Pendiri Teh Botol Sosro yang Meninggal Dunia di Usia 95 Tahun

Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), faktor seperti ketinggian lahan, suhu udara, curah hujan, dan kelembapan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman teh serta profil rasa yang dihasilkan. Perkebunan di dataran tinggi dengan suhu lebih sejuk umumnya menghasilkan daun teh dengan pertumbuhan lebih lambat dan menghasilkan karakter dengan aroma yang lebih khas dan wangi.

“Dalam industri teh, pertumbuhan yang lebih lambat justru dianggap ideal karena memberi tanaman lebih banyak waktu untuk membentuk senyawa alami seperti polifenol, asam amino, dan minyak esensial. Senyawa inilah yang berperan dalam menciptakan aroma yang kaya, lapisan rasa yang lebih mendalam, serta karakter seduhan yang halus,” kata Head of Marketing Communications & Public Relations PT Sinar Sosro Gunung Slamat, Devyana Tarigan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mitigasi Perubahan Iklim,...
Mitigasi Perubahan Iklim, Program CSR Sambu Group Lindungi Perkebunan Kelapa Rakyat
BPDP Fasilitasi Pemberdayaan...
BPDP Fasilitasi Pemberdayaan UMKM Perkebunan lewat Inacraft 2026
Mayoritas Berbasis CPO,...
Mayoritas Berbasis CPO, KAI Angkut 521 Ribu Ton Komoditas Perkebunan
Tumbuh 149 Persen, Laba...
Tumbuh 149 Persen, Laba PTPN IV PalmCo Tembus Rp3,76 Triliun
Transformasi Perkebunan,...
Transformasi Perkebunan, BPDP Dorong Nilai Tambah Sawit, Kelapa, dan Kakao
Sebelum 2016, Perkebunan...
Sebelum 2016, Perkebunan Tanpa HGU Tak Otomatis Langgar Hukum
Kiri Matcha, Destinasi...
Kiri Matcha, Destinasi Matcha Pertama di Indonesia dengan Sensasi Floral
Karhutla di Kutai Barat,...
Karhutla di Kutai Barat, 1 Hektare Lahan Perkebunan Terbakar
Minum Teh Manis Habis...
Minum Teh Manis Habis Makan Ternyata Berbahaya, Ini Penjelasannya
Rekomendasi
Misteri Rumah Rimar...
Misteri Rumah Rimar Idol Terungkap! Sosok Bermuka Batu Bertaring Pernah Muncul di Depannya
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved