Taliban Larang Tanam Opium, Petani Afghanistan Kehilangan Pendapatan Rp15,5 Triliun
Minggu, 05 November 2023 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
"Afghanistan sangat membutuhkan investasi dalam mata pencaharian berkelanjutan untuk memberi warga Afghanistan peluang jauh dari opium," katanya.
Warga Afghanistan menghadapi kekeringan, kesulitan ekonomi yang parah dan konsekuensi lanjutan dari perang dan bencana alam selama beberapa dekade.
Penurunan, bersama dengan penghentian pembiayaan internasional yang menopang ekonomi mantan pemerintah yang didukung Barat, mendorong orang ke dalam kemiskinan, kelaparan, dan kecanduan.
Dalam sebuah laporan di September dari UNODC mengatakan, bahwa Afghanistan adalah pembuat metamfetamin dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan penyitaan obat sintetis meningkat ketika penanaman opium menyusut.
Pendapatan yang lebih rendah di sepanjang rantai pasokan opiat dapat merangsang kegiatan ilegal lainnya seperti perdagangan senjata, orang atau obat-obatan sintetis, kata laporan UNODC terbaru.
Warga Afghanistan menghadapi kekeringan, kesulitan ekonomi yang parah dan konsekuensi lanjutan dari perang dan bencana alam selama beberapa dekade.
Penurunan, bersama dengan penghentian pembiayaan internasional yang menopang ekonomi mantan pemerintah yang didukung Barat, mendorong orang ke dalam kemiskinan, kelaparan, dan kecanduan.
Dalam sebuah laporan di September dari UNODC mengatakan, bahwa Afghanistan adalah pembuat metamfetamin dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan penyitaan obat sintetis meningkat ketika penanaman opium menyusut.
Pendapatan yang lebih rendah di sepanjang rantai pasokan opiat dapat merangsang kegiatan ilegal lainnya seperti perdagangan senjata, orang atau obat-obatan sintetis, kata laporan UNODC terbaru.
(akr)
Lihat Juga :