Perang dengan Hamas di Gaza, Israel Harus Menanggung Biaya Rp795,1 Triliun

Minggu, 05 November 2023 - 23:16 WIB
loading...
Perang dengan Hamas...
Perang Israel dengan Hamas di Jalur Gaza diperkirakan bakal menelan biaya sebesar 200 miliar shekel (USD51 miliar) yang jika dirupiahkan mencapai Rp795,1 triliun. Foto/Dok
A A A
JERUSALEM - Perang Israel dengan Hamas di Jalur Gaza diperkirakan bakal menelan biaya sebesar 200 miliar shekel (USD51 miliar) yang jika dirupiahkan mencapai Rp795,1 triliun dengan Kurs Rp15.591/USD. Hitungan tersebut berdasarkan data dari surat kabar keuangan Calcalist yang dirilis pada, Minggu (5/11/2023), mengutip angka awal Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Bombardir Gaza, Ekonomi Israel Bergejolak Boncos Lebih Rp300 Triliun

Harian itu mengatakan perkiraan biaya perang itu, sama dengan 10% dari produk domestik bruto, didasarkan pada perang yang berlangsung antara delapan hingga 12 bulan. Hitungan ini juga terbatas hanya pada Gaza, tanpa partisipasi penuh oleh Hizbullah Lebanon, Iran atau Yaman dan sekitar 350.000 orang Israel yang direkrut sebagai cadangan militer yang segera kembali bekerja.

Calcalist menggambarkan kementerian menganggap 200 miliar shekel sebagai perkiraan yang "optimis". Namun kementerian mengatakan, tidak mendukung data Calcalist seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: Awas! Perang Israel-Hamas Bisa Merugikan Ekonomi Global Rp31.183 Triliun

Seperti diketahui kelompok bersenjata Hamas dari Gaza melancarkan serangan paling mematikan terhadap Israel dalam sejarah negara itu pada 7 Oktober 2023, lalu. Lalu sejak saat itu, Israel kemudian membombardir Gaza dengan tujuan melenyapkan kelompok tersebut.

Calcalist mengatakan, setengah dari biaya disumbang oleh biaya pertahanan yang berjumlah sekitar 1 miliar shekel per hari. 40-60 miliar shekel lainnya akan berasal dari hilangnya pendapatan, 17-20 miliar untuk kompensasi bisnis dan 10-20 miliar shekel untuk rehabilitasi.

Menteri Keuangan, Bezalel Smotrich sebelumnya mengatakan, pemerintah Israel sedang mempersiapkan paket bantuan ekonomi bagi mereka yang terkena dampak serangan Palestina yang akan "lebih besar dan lebih luas" daripada selama pandemi COVID-19.

Pada hari Kamis, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, negara berkomitmen untuk membantu semua orang yang terkena dampak."Arahan saya jelas: Buka keran dan salurkan dana kepada siapa pun yang membutuhkannya," kata Netanyahutanpa memberikan angka.

"Sama seperti yang kami lakukan selama COVID. Dalam dekade terakhir, kami telah membangun ekonomi yang sangat kuat dan bahkan jika perang menuntut harga ekonomi dari kami, seperti yang sudah terjadi. Maka kami akan membayarnya tanpa ragu-ragu," paparnya.

Setelah perang Israel-Hamas berkecambuk, S&P memangkas prospek peringkat utang Israel menjadi "negatif". Sementara Moody's dan Fitch menempatkan peringkat Israel pada tinjauan untuk kemungkinan penurunan peringkat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Rekomendasi
Kroasia Kalahkan Panama,...
Kroasia Kalahkan Panama, Gol Ante Budimir Jaga Asa Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved